Erna Mena Niman
Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Merancang RPP Deep Learning Guru SMAK Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo Erna Mena Niman; Agustinus Manfred Habur; Hieronimus Canggung Darong; Yuliana Wahyu; Wahyuni Purnami
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5025

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memahami konsep deep learning, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis deep learning, serta mengimplementasikannya melalui model participatory mentoring. Kegiatan melibatkan 24 guru SMUK Seminari Labuan Bajo dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu pengumpulan data awal, asesmen kebutuhan, workshop dan pendampingan, evaluasi, serta penyusunan laporan dan rekomendasi. Workshop dilanjutkan dengan praktik penyusunan dan implementasi RPP yang mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning sesuai karakteristik mata pelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap konsep deep learning meningkat dari sekitar 35% pada asesmen awal menjadi 80–90% setelah mengikuti pendampingan. Selain itu, guru mampu menyusun dan mengimplementasikan RPP berbasis deep learning yang sesuai dengan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Temuan ini menunjukkan bahwa model participatory mentoring efektif meningkatkan kompetensi profesional guru melalui proses belajar yang bersifat kolaboratif, praktis, dan reflektif. Model pendampingan ini berpotensi menjadi alternatif dalam pengembangan profesional guru serta mendukung implementasi deep learning pada jenjang sekolah menengah.
Strategi Pembelajaran Guru Kelas IV Dalam Membantu Siswa Lamban Belajar Di SDK Golo Momol Marselina Merni; Heronimus E. A. Wejang; Erna Mena Niman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17924

Abstract

The problem in this study is that teachers have not optimally implemented individual learning strategies for slow learner students. This study aims to describe the learning strategies used by fourth-grade teachers in assisting slow learner students at SDK Golo Momol and to identify the inhibiting factors in the learning process for these students.This study used a qualitative research approach with a descriptive method. The subjects of this study consisted of the fourth-grade teacher and six fourth-grade students at SDK Golo Momol who experienced slow learning. The methods used for data collection were observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation, and conclusion drawing.strategies used by the teacher in assisting slow learner students include adaptive learning strategies, individual learning strategies, repetition strategies, concrete or contextual learning strategies, motivational strategies, and multisensory learning strategies; (2) the inhibiting factors in the learning process include low student concentration, slow understanding of the material, limited teacher time for assistance, limited learning facilities and infrastructure, a relatively large number of students in the classroom, and a less conducive learning environment.Based on the results of the study, it can be concluded that the learning strategies implemented by the fourth-grade teacher in assisting slow learner students have been carried out through various approaches tailored to students’ needs. However, their implementation has not been optimal due to various inhibiting factors. Therefore, it is necessary to develop more effective and sustainable learning strategies to improve the quality of learning and the learning outcomes of slow learner students This study is important because slow learners require learning services that are tailored to their characteristics and needs. The lack of appropriate learning strategies can lead to difficulties in understanding learning materials and low academic achievement. In addition, studies specifically examining teachers' learning strategies in assisting slow learners at SDK Golo Momol are still limited. Therefore, this study is expected to contribute to the development of more effective and inclusive learning practices.
UPAYA GURU DALAM MEMBENTUK SIKAP SOLIDARITAS SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR Selvianus San; Erna Mena Niman; Heronimus E. A Wejang; Stefan Divan
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v5i2.710

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam membentuk sikap solidaritas sosial siswa SD kelas V di SDI Tenda Tuang Kabupaten Manggarai Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hal yang dideskripsikan yaitu upaya guru dalam membentuk sikap solidaritas sosial siswa kelas V sesuai dengan indikator solidaritas sosial yaitu gotong royong, tolong menolong, kerjasama dan persaudaraan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam. Nara sumber adalah guru wali kelas V dan siswa/i kelas V SDI Tenda Tuang. Data dianalisis menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya guru dalam membentuk karakter sikap solidaritas sosial siswa telah tercermian dalam proses pembelajaran, seperti gotong royong, saling kerja sama, tolong menolong dan persaudaraan. Guru mendorong siswa agar mampu memiliki sikap solidaritas sosial dalam dirinya, sehingga menjadi bagian dari dirinya yang dapat diterapkan dalam kehidupan bersama di lingkungan sekolah.
Pendampingan Literasi Berjenjang Berbasis Bacaan Kontekstual melalui Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa di Sekolah Dasar Erna Mena Niman; Ease Arent; Serapion Fentura; Reineldis Putri Maya; Imelda Miani Setiawan; Novita Dina; Ivensiana Alum; Yoakim Vigo Jehasan; Albertus Triantowijaya; Mareti Asniati Putriؙ
KHIDMAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 April 2026
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNZAHLP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/khidmah.v6i1.717

Abstract

Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam memahami informasi, mengikuti pembelajaran, dan mengembangkan penalaran. Perbedaan kebutuhan literasi antarkelas serta keragaman kemampuan peserta didik dalam membaca dan memahami teks menjadi dasar pelaksanaan pendampingan literasi berjenjang di SDK Kantar, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan capaian pendampingan literasi berjenjang berbasis bacaan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh dosen, mahasiswa, dan guru pada 22 Juli 2026 dengan melibatkan 77 peserta didik kelas I–VI. Pendampingan dikelompokkan menjadi tiga tingkatan, yaitu literasi dasar bagi kelas I–II, literasi pemahaman bagi kelas III–IV, serta literasi kritis-fungsional bagi kelas V–VI. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dan pemetaan kebutuhan, penyusunan bahan bacaan dan lembar kerja, pembekalan mahasiswa, pendampingan dalam kelompok kecil, serta evaluasi. Hasil evaluasi akhir menunjukkan bahwa 24 dari 30 peserta didik kelas I–II mencapai indikator literasi dasar, 19 dari 22 peserta didik kelas III–IV mencapai indikator literasi pemahaman, dan 23 dari 25 peserta didik kelas V–VI mencapai indikator literasi kritis-fungsional. Secara keseluruhan, 66 dari 77 peserta didik atau 85,7% mencapai indikator yang ditetapkan untuk kelompoknya. Penggunaan bacaan yang dekat dengan kehidupan peserta didik mendukung keterlibatan, keberanian membaca, kemampuan menemukan informasi, serta penyampaian tanggapan berdasarkan teks. Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan guru memungkinkan pemberian bantuan yang lebih responsif terhadap kebutuhan literasi peserta didik. Keberlanjutan program memerlukan pembiasaan membaca, penyediaan bacaan bertingkat, serta penguatan kemampuan guru dalam merancang aktivitas literasi literal, inferensial, dan kritis.