Muhammad Budhi Setiyawan
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MUSIK TARBANG DALAM UPACARA BEPACAR MASYARAKAT TANJUNG REDEB, BERAU, KALIMANTAN TIMUR Muhammad Budhi Setiyawan
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i1.606

Abstract

Tarbang merupakan sebuah alat musik tradisional, sedangkan betarbang merupakan aktifitas memainkan alat musik tarbang / rebana. Ansambel musik ini masih eksis di Berau sampai saat ini. Salah satu alasan musik ini masih eksis sampai saat ini karena masih banyak upacara adat yang menggunakan alat musik ini. Salah satu contoh upacara adat yang menggunakan musik ini adalah bepacar. Tulisan ini fokus kepada pengungkapan keterkaitan antara musik tarbang dan upacara bepacar. Tarbang dimainkan oleh 4 orang menggunakan tarbang / rabana, tiap - tiap orang memiliki motif ritmis yang berbeda. Dalam upacara bepacar, tarbang digunakan sebagai media untuk berdoa. Karena sebagian masyarakat percaya bahwa melalui tarbang doa mereka bisa tersampaikan.Tarbang is a traditional music that still exist until this time in Berau East Borneo. Once reason that make this music still exist because still many activity using tarbang. For example is bepacar.Tthis text are concern to search an conection between tarbang and bepacar. Tarbang played by 4 person by using tarbang/rebbana. Each person play diferent type of rhytm. In case of bepacar, tarbang used as a way to pray. Because the civilization believe that tarbang can send their pray to their God.