This Author published in this journals
All Journal Teknologika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN (Studi Kasus pada Akun Instagram @Kaosdisablon di CV. Purwa Satya) Daisy Ade Riany Diem; Widiya Yulianti
Jurnal Teknologika Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.468 KB) | DOI: 10.51132/teknologika.v10i2.77

Abstract

Kemunculan teknologi komunikasi (internet) mampu menghadirkan berbagai perubahan dalam kehidupan sosial manusia. Dengan munculnya alat komunikasi seperti smartphone serta media sosial memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berbagi informasi dengan siapa saja dan dimana saja. Komuniksi pemasaran merupakan upaya untuk menjadikan seluruh kegiatan pemasaran dan promosi perusahaan dapat menghasilkan citra atau image yang bersifat satu atau konsisten bagi konsumen. CV. Purwa Satya merupakan salah satu usaha di bidang penjualan kaos dan jasa sablon digital yang menggunakan media sosial instagram sebagai media peasaran online dengan nama akun @kaosdisablon. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran dan dampaknya terhadap penjualan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif kuantitatif. Teknik wawancara yang dilakukan yaitu wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan dokumentasi pada akun Instagram @kaosdisablon serta didukung oleh data penunjang berupa data-data penjualan kaosdisablon selama 1 tahun dari periode Juni 2018-Mei 2019. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Kaosdisablon memanfaatkan instagram sebagai media pemasaran online-nya dengan menentukan tujuan komunikasi pemasaran melalui model komunikasi pemasaran modern, memanfaatkan fitur yang ada di Instagram, serta mengenali sifat konsumen untuk pemeliharaan media pemasaran yang tepat. Kaosdisablon juga memanfaatkan feature terbaru Instagram yaitu dengan mengubah ke akun bisnis untuk memfokuskan target dan rutin memanfaatkan feature iklan setiap hari. Adapun yang dirasakan oleh Kaosdisablon tentang pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan dimana 88,47% pembeli mengetahui informasi Kaosdisablon dari Instagram. Hal tersebut terjadi karena Instagram memudahkan customer dalam mencari informasi dan melakukan proses pembelian produk dari Kaosdisablon.
ANALISA BEBAN KERJA PEMBUATAN LEMARI KACA ALUMUNIUM DENGAN PENDEKATAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) (Studi Kasus : CV. Hitajaya Alumunium, Purwakarta daniel; Imas Widowaty; Sutardjo; Daisy Ade Riany Diem
Jurnal Teknologika Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v12iNo 2.225

Abstract

Hitajaya Alumunium merupakan sebuah industri permebelan yang menyediakan berbagai furniture untuk kebutuhan pelanggannya. Adapun Pelanggan CV. Hitajaya Alumunium mencakup perumahan, reseller bagi usaha kecil dan menengah, sekolah (pendidikan), maupun pemerintahan.. Sementara untuk pembuatan lemari kaca perusahaan menggunakan bahan alumunium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa waktu baku pada produksi lemari kaca dan beban kerja yang diterima oleh operator pada produksi lemari kaca dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), suatu metode analisis beban kerja yang mengukur lama waktu penyelesaian kerja Dalam proses produksi lemari kaca ada 10 proses yang dilakukan operator. Untuk mencegah terjadinya proses produksi yang panjang maka harus dilakukan pengukuran beban kerja terhadap operator yang melakukan pekerjaan dengan menggunakan tenaga fisik untuk mengurangi kelebihan beban kerja. Dalam pengukuran ini penulis menggunakan metode Full Time Equivalent FTE. Metode ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja yang berbasiskan waktu dengan cara megukur lama waktu penyelesaian pekerjaan kemudian waktu tersebut di konversikan ke dalam indeks nilai FTE dan tujuan dari metode FTE adalah untuk mengubah jam beban kerja ke jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Mulai dari Tahap awal sampai akhir. Pembuatan 1 lemari kaca dilakukan oleh 2 operator. Berdasarkan hasil pengolahan data waktu baku yang diperlukan dalam proses produksi lemari kaca adalah 319,15 menit .Jadi perusahaan harus menambah beban kerja dan operator agar perusahaan bisa memenuhi target yang di tentukan dan operator bekerja dengan normal Kata kunci: Full Time Equivalent, Waktu Baku, Proses Produksi
Analisis Beban Kerja Karyawan di Restoran Ayam Geprek Sambel Cenghar Menggunakan Metode NASA-TLX Nurul Dwi Astuti; Daisy Ade Riany Diem; Imas Widowati
Jurnal Teknologika Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v15i2.521

Abstract

Workload is a critical factor influencing employee performance and well-being, particularly in fast-paced work environments such as fast-food restaurants. Employee complaints and differing perceptions regarding the most demanding aspects of the job indicate a potential workload imbalance. This study aims to analyze employee workload levels, identify the most influential NASA-TLX dimensions, and explore factors contributing to high workload at Ayam Geprek Sambel Cenghar Restaurant. The research method used the NASA-TLX (Task Load Index), which measures workload based on six dimensions: mental demands, physical demands, temporal demands, performance, effort, and frustration levels. Data were obtained from 21 respondents from four operational departments: cashiers, kitchen staff, waitstaff, and chili sauce mashers (grinding). The results showed that 48% of employees were in the medium workload category, 38% in the high category, and the remainder in the low category. The dimensions with the highest scores and contributing the most to the overall workload were physical demands and effort, each contributing 18%. Based on respondents' responses, it was found that long work hours (12 hours) were the main factor increasing workload. Therefore, an evaluation of work hours, including the implementation of a rotating work system (shift), was recommended to reduce fatigue and improve operational efficiency.