This Author published in this journals
All Journal INOVTEK POLBENG
Romadhoni roma
Teknik Perkapalan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA PENGAMBILAN KEPUTUSAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS DALAM PELUNCURAN KAPAL TUG BOAT DI PT. BENGKALIS DOCKINDO PERKASA Romadhoni roma
INOVTEK POLBENG Vol 10, No 1 (2020): INOVTEK VOL. 10 N0 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v10i1.1251

Abstract

Proses peluncuran kapal PT. Bengkalis Dockindo Perkasa dengan metode End Launching yang menggunakan sepatu luncur masih banyak di temukan kendala yang dapat mengurangi efektifitas waktu dan sering terjadi deformasi akibat dari pengaruh kontak langsung antara lambung kapal dengan material yang keras, yang terdapat pada sepatu luncur (sliding ways). Di dalam penelitan ini di tentukan kriteria-kriteria yang akan digunakan untuk mengambil keputusan metode peluncuran manakah yang sesuai untuk digalangan kapal PT. Bengkalis Dockindo Perkasa. Kemudian dibuatkan sebuah kuesioner untuk diisikan lalu dimasukkan dan dikalkulasikan mengunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah memberikan alternative penambahan sarana peluncuran pada PT. Bengkalis Dockindo Perkasa, maka pemilihan metode peluncuran yang dirasa sesuai dan cocok dengan  PT Bengkalis Dockindo Perkasa,  dengan beberapa kriteria yaitu luas lahan yang ada,kedalaman pantai, peralatan yang dimiliki dan lain-lain . sedangkan metode yang dijadikan pembanding adalah metode peluncuran  sepatu luncur (sliding ways ) yang di miliki PT Bengkalis Dockindo Perkasa dengan metode peluncuran air bag (balon ).dengan memperhtikan criteria di atas ,kemudian dibuat pemodelan  keputusan menggunakan AHP.  Dari hasil perkalian matrik ini nampak bahwa metode peluncuran Air Bag/Balon mendapatkan nilai tertinggi dalam perkalian matrik yaitu 0,385 dibandingkan dengan metode peluncuran kapal lainnya. Hal ini dikarenakan peluncuran mengunakan air bag/balon tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus hanya membutuhkan ruangan yang tidak terkontaminasi, pada penyimpanan.
PENGARUH KEKUATAN STRUKTUR MATERIAL KOMPOSIT SANDWICH PLATE FIBERGLASS TERHADAP BIRO KLASIFIKASI Romadhoni roma
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 1 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 1 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.665 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i1.266

Abstract

Pada penelitian ini material komposit sandwich yang diuji diperuntukkan sebagai bahan lambung kapal fiberglass.  Komposit sandwich dengan core yang dikuatkan dibuat, diuji tekan dan bending untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran penguat core terhadap kekuatan tekan dan bending komposit sandwich. Core berupa polyurethane yang diperkuat dengan square cells mengunakan variasi kertas kardus bekas sedangkan untuk ukuran panjang sisi square cells divariasikan: 10 mm, 20 mm, 30 mm dan 40 mm.  Komposit sandwich ini dibuat dengan  metode cetak tangan (hand lay up) kemudian diuji bending  metode pembebanan tiga titik (three point bending) dan uji tekan.  Penguatan core dengan sistem square cells  diharapkan dapat menambah kekuatan tekan dan bending  komposit sandwich. Dari hasil pengujian kuat lentur rata – rata pada komposit varian cell10 1,03 kg/mm2, varian cells20 sebesar 4,42 kg/mm2, varian cell30 sebesar 3,17 kg/mm2, varian cells 40 29,54 kg/mm2, varian sandwich full 20,10  kg/mm2, dan varian single skins 3,51  kg/mm2. Sedangkan impak Sedangkan rata – rata keuletan pada komposit varian. varian cells10 sebesar 1,8  joule/mm2, varian cells20 sebesar 1,77 joule/mm2 varian cells30 sebesar 1,80  joule/mm2, varian cells40 sebesar 2,09 joule/mm2 dan varian full sandwich sebesar 2,28 joule/mm2. Selanjutnya hasil maximum principal stress  dari model terlihat bahwa titik maksimumnya yaitu sebesar 11,6 MPa yang terjadi Maksimum tegangan terjadi pada gading bottom yaitu sebesar 6,9759 kN/m2 atau 6.97 kPa. Hal ini terjadi dikarenakan terdapat beban yang besar dibagian tersebut. Kata kunci : fiberglass, komposit, sandwich, core.