AbstrakSebagian besar penduduk yang bertempat tinggal dipesisir pantai bekerja sebagai profesi seorang nelayan. Didaerah Bengkalis khususnya, kegiatan operasional nelayan berlangsung menggunakan kapal tradisional yang terbuat dari kayu. Tingkat pelapukan yang cukup cepat dan umur pakai yang relatif singkat mengakibatkan banyak sektor pembangunan kapal berpindah dari bahan baku kayu kebahan serat glass (fibreglass). Untuk mengantisipasi terjadinya kondisi cuaca ekstrim dan untuk meningkatkan hasil tangkapan yang lebih banyak, maka penulis berinisiatif merencanakan sebuah kapal dengan kapasitas yang cukup besar berkisar 5 GT dan memiliki tingkat stabilitas lambung yang optimal untuk menahan dari tingginya gelombang yang terjadi ditengah laut. Agar pembangunan dapat terealisasi dengan tepat, maka dibutuhkan aspek teknis perencanaan yang terukur demi kelangsungan proses kinerja dilapangan. Adapun aspek teknis perencanaan tersebut meliputi penentuan data utama, rencana garis (lines plan), rencana umun (general arrangement), kontruksi gading-gading, penggambaran bukaan kulit, dan stabilitas kapal. Dari hasil perencanaan didapat untuk kapal berkapasitas 5 GT didapat dimensi kapal dengan panjang keseluruhan (LOA) 10 m, lebar (B) 2,2 m, tinggi 1,1 m dan sarat 0,5 m serta panjang bangunan atas2,3 m, lebar 1,3 m dan tinggi 1,5 m. Dengan dimensi tersebut kapal memiliki stabilitas yang cukup baik dengan dibuktikannnya kata pass dari hasil running pada program hydromax. Kata kunci : Kapal nelayan, Kapasitas 5 GT, Aspek teknis perencanaan.