Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KOMUNIKASI ISLAM DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA ISLAM Teddy Khumaedi; Siti Habzah Diniyati
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v3i2.74

Abstract

Komunikasi berasal dari bahasa latin communis, yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan dengan antara dua orang atau lebih. Komunikasi sering berlaku karena komunikasi merupakan keperluan yang sangat penting kepada setiap individu. Terdapat dua jenis komunikasi yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal merupakan penyampaian informasi dan maklumat melalui bahasa lisan kepada orang lain sedangkan komunikasi nonverbal bermaksud penyampaian informasi dan maklumat melalui isyarat atau ekspresi tubuh. Banyak definisi komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sesuai dari sudut pandang mereka yang berbeda – beda. Bila berbicara mengenai komunikasi, tak akan jauh dari pembahasan mengenai hubungan antara individu yang berusaha untuk saling bertukar informasi guna menambah pengetahuan dan pengalaman mereka. Teori komunikasi yang dianggap paling awal (1948). Lasswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan  Who says in which channel to whom with what effect (Siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dengan efek apa). Paradigma: Lasswell merupakan unsur-unsur proses komunikasi yaitu Communicator komunikator, Message (pesan), Media, Komunikan (penerima), dan Efek (pegaruh). Sebagaimana diatas penelitian ini bertujuan ingin menguraikan pola Komunikasi Islam Dalam Perspektif Mahasiswa Islam yaitu dengan cara Studi Kasus pola Komunikasi Mahasiswa/i di Kampus Institut Ummul Qura Al-Islami (IUQI) Bogor
METODE DAKWAH DALAM KONTEN OMAR DAN HANA DI CHANNEL OMAR HANA Teddy Khumaedi; Siti Habzah Diniyanti
AT-TAWASUL Vol 1 No 1 (2021): AT TAWASUL
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1944.284 KB) | DOI: 10.51192/ja.v1i1.109

Abstract

Dakwah merupakan ajakan kepada seseorang untuk melakukan kebaikan, melaksanakan amar ma’ruf dan menjauhi nahi munkar. Dakwah tidak hanya disampaikan dengan lisan, tetapi juga bisa disampaikan dengan dakwah bil hal. Film merupakan salah satu media dakwah yang dapat menarik perhatian madh’u serta terdapat pesan-pesan dakwah di dalamnya. Pesan dakwah terbagi menjadi 3, yaitu Aqidah, Syari’ah, dan Akhlak. Salah satu fokus penelitian ini adalah Film Animasi Omar dan Hana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dakwah apa yang digunakan dalam Film Animasi Omar dan Hana serta pesan dakwah apa yang terkandung di dalamnya. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif dengan metode analisis isi melalui observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian, ditemukan bahwa metode dakwah yang digunakan adalah metode drama, dan di dalam setiap episode mengandung pesan dakwah Aqidah, Syari’ah dan Akhlak
Strategi Komunikasi Kyai dalam Upaya Menarik Minat Masyarakat untuk Melanjutkan Pendidikan Putra-Putrinya di Pondok Pesantren Indah Yulianti; Teddy Khumaedi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Desember 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i2.1182

Abstract

The lack of morals and religious education in adolescents can lead to delinquency and freedom in choosing friends that can damage the future of the teenager. It is undeniable that parents want children who are educated, both in general and religious, both can be obtained within the scope of Islamic boarding schools. The purpose of this writing is to find out the communication carried out by the kyai so that the community prefers to continue their sons and daughters' education at the Irsyadut Tholibien Islamic boarding school. The data used are primary and secondary data, while data collection uses observation, interview and documentation techniques, then the data is analyzed using a qualitative descriptive approach. This study proves that the communication strategy used by the kyai in an effort to increase public interest in continuing their sons and daughters' education at Islamic boarding schools is choosing and determining communicators, determining target targets, message composition techniques, and selecting media or communication channels. Then using an organizational communication approach in the form of internal and external.
Strategi Komunikasi Kyai dalam Upaya Menarik Minat Masyarakat untuk Melanjutkan Pendidikan Putra-Putrinya di Pondok Pesantren Indah Yulianti; Teddy Khumaedi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Desember 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i2.1182

Abstract

The lack of morals and religious education in adolescents can lead to delinquency and freedom in choosing friends that can damage the future of the teenager. It is undeniable that parents want children who are educated, both in general and religious, both can be obtained within the scope of Islamic boarding schools. The purpose of this writing is to find out the communication carried out by the kyai so that the community prefers to continue their sons and daughters' education at the Irsyadut Tholibien Islamic boarding school. The data used are primary and secondary data, while data collection uses observation, interview and documentation techniques, then the data is analyzed using a qualitative descriptive approach. This study proves that the communication strategy used by the kyai in an effort to increase public interest in continuing their sons and daughters' education at Islamic boarding schools is choosing and determining communicators, determining target targets, message composition techniques, and selecting media or communication channels. Then using an organizational communication approach in the form of internal and external.