Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengawini Wanita Hamil Ru'fah Abdullah
Al Ahkam Vol. 3 No. 2 (2007): Juli-Desember 2007
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/ajh.v1i2.2759

Abstract

Belum
Perjuangan Wanita dari Masa ke Masa Ru'fah Abdullah
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 8 No 01 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v8i01.5853

Abstract

Pada masa jahiliyah wanita dianggap sebagai pelengkap dalam kehidupan, namun setelah Allah SWT mengutus Muhammad sebagai Rasul dan ditugaskan untuk menda’wahkan Islam di seantero dunia ini, wanita diberi kedudukan yang sangat besar, serta kedudukan yang terhormat, perbuatan dan amal shalehnya sama dengan laki-laki, baik dari segi ibadah ataupun dalam sosial kemasyarakatan. Perbedaan hanya dalam kudratnya masing-masing, wanita, yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui.Sedangkan laki-laki kewajiban memberikan nafkah dan membina keluarga. Perjuangan wanita diabadikan dalam al-Qur’an, seperti Hajar, Asiah, Maryam dan lain-lain, bahkan ada yang dijadikan sebagai ritual dalam ibadah haji.Demikian juga para pejuang wanita di Indonesia, tidaklah kalah semangatnya dengan laki-laki dalam mempertahankan dan membela negaranya dari cengkraman penjajah, memajukan dunia pendidikan khusus wanita, mengajarkan kepada para wanita keterampilan-keterampilan, agar terbebas dari belenggu kehidupan yang feodalisme jawa, memaksa wanita tidak mendapatkan kehidupan yang segar sesuai dengan hak-haknya wanita, sebagaimana bebasnya laki-laki dalam menjalankan kehidupan, Namun demikian bukan berarti menghilangkan kudratnya yang asli.