Tri Retnasari
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Sistem Informasi Cibugary Dalam Peningkatan Promosi Eduwisata Dengan Architecture Capability Maturity Model Score Tri Retnasari; Titin Prihatin
Jurnal Inovtek Polbeng Seri Informatika Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/isi.v5i2.1476

Abstract

Pemasaran industri wisata pada masa ini memanfaatkan dukungan teknologi berupa sistem informasi, dengan tujuan untuk mempermudah kegiatan, salah satunya adalah  industri pariwisata pada peternakan wilayah Pondok Rangon. Penelitian ini merupakan usulan dalam tatakelola teknologi informasi untuk industri pariwisata pada peternakan wilayah Pondok Rangon sebagai arahan bagi pengembangan pemasaran industri pariwisata dan menghilangkan selisih dari kedua keadaan yang ada sekaligus mencapai keadaan pada arsitektur target. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur Sistem Informasiyang diterapkan sebagai pemasaran industri pariwisata menggunakan Architecture Capability Maturity Model Score (ACMM) framework dan menghasilkan kerangka dasar analisis berupa narasi serta nilai sebagai acuan evaluasi Sistem Informasiyang diterapkan apakah sudah berhasil meningkatkan promosi eduwisata. EACMM framework terdiri dari enam tingkat kematangan dan sembilan elemen arsitektur. Keenam tingkatan tersebut adalah: 0–Existent, 1–Initial, 2–Repeatable, 3–Define, 4–Manage, 5–Optimised. Kesembilan elemen arsitektur enterprise adalah: Proses Arsitektur, Pengembangan Arsitektur, Linkage Bisnis, Keterlibatan manajemen senior, Operasi partisipasi Unit, Arsitektur komunikasi, Keamanan TI, Arsitektur pemerintahan, Investasi TI dan strategi akuisisi. Dua metode pelengkap yang digunakan dalam ACMM untuk menghitung rating jatuh tempo. Metode pertama memperoleh sebuah perusahaan rata-rata tertimbang tingkat kematangan arsitektur. Metode kedua menunjukkan persentase yang dicapai pada setiap tingkat kematangan untuk Sembilan elemen arsitektur.
DIAGNOSIS DETECTION OF ACUTE RESPIRATOR INFECTION WITH FORWARD CHAINING METHOD Tri Wisnu Pamungkas; Resi Taufan; Petrus Damianus Batlayeri; Gabriel Vangeran Saragih; Tri Retnasari
Jurnal Techno Nusa Mandiri Vol 18 No 1 (2021): Techno Nusa Mandiri : Journal of Computing and Information Technology Period of
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/techno.v18i1.2225

Abstract

Many acute respiratory infections or ARI are caused by viruses that attack the nose, trachea (breathing tube), or the lungs. It can be said that ARI is caused by inflammation that disrupts a person's breathing process. If not treated quickly, ARI can spread to all respiratory systems and prevent the body from getting proper oxygen, moreover it can cause the loss of a person's life. This research aims to diagnose ARI as an early step in practicing artificial intelligence in medicine, designing and apply an expert system that can diagnose ARI. The procedure used in this study uses forward chaining with tracking that begins with input data, and then creates a diagnosis or solution. The expert system used to diagnose acute respiratory inflammation uses the Forward chaining procedure with a data-driven approach, in this approach tracking starts from input data, and then seeks to draw conclusions, so that it can be used. diagnose the type of disease associated with the ARD disease experienced by showing the existing signs.