Arief Kelik Nugroho
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Klasifikasi Citra Menggunakan Kombinasi Jaringan Syaraf Tiruan Model Perceptron dan Algoritma One vs Rest Ipung Permadi; Arief Kelik Nugroho
Jurnal Inovtek Polbeng Seri Informatika Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.472 KB) | DOI: 10.35314/isi.v4i2.1062

Abstract

Kulit adalah salah satu organ paling penting dari tubuh kita. Seiring berjalannya waktu, kualitas kulit mulai memburuk, dan sel kulit mulai mati. Kebaikan dan kesegaran kulit secara bertahap mulai memudar. Orang yang tidak menjaga perawatan yang tepat dari kulit mereka sering mengeluh rasa gatal, ruam ataupun penyakit kulit lainnya. Deteksi dini penyakit kulit psoriasis diawali dari pengamatan terhadap citra kulit yang sakit tersebut.Ilmu pengetahuan di era ini sudah semakin kompleks, misalnya kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang mengadopsi pengetahuan seseorang untuk diterapkan ke dalam komputer. Salah satu bidang kecerdasan buatan adalah jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf tiruan dapat digunakan untuk mengenali pola citra/gambar dari suatu objek. Keuntungan yang dimiliki jaringan syaraf tiruan dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan klasifikasi citra kulit dengan mengenali citra kulit yang mengalami gangguan kesehatan menggunakan jaringan syaraf tiruan aturan perceptron dan algoritma one vs rest.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEREKOMENDASIAN OLI MENGGUNAKAN FUZZY MADM Arief Kelik Nugroho; Ipung Permadi; Aini Hanifa
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika : JANAPATI Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/janapati.v9i1.22959

Abstract

Perekomendasian oli secara manual, tanpa menggunakan perhitungan yang akurat cenderung bersifat subyektif serta cukup sulit mengenali karakteristik oli yang paling tepat untuk jenis motor tertentu. Proses analisis  data transaksi secara manual berdasarkan pada pengamatan akan mempengaruhi kualitas mesin. Sebagai contoh untuk memberikan rekomendasi oli terbaik bagi seorang konsumen, maka sebuah perusahaan/bengkel sepeda motor harus melihat data transaksi ganti oli yang lalu untuk mendapatkan data tentang oli yang digunakan untuk mengganti oli motor konsumen tersebut. . Penggunaan perangkat komputer dapat digunakan sebagai pendukung keputusan menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat. Proses perekomendasian oli terbaik bagi kendaraan bermotor menggunakan metode fuzzy. Hasil perhitungan diperoleh direkomendasikan A3=0.72, A2 = 0.66, A1= 0.55, A4= 0.40.
Computational Thinking (Clothing) Untuk Pembelajaran Informatika Di SMP Negeri 1 Kalimanah Arief Kelik Nugroho; Ipung Permadi; Lasmedi Afuan
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v5i2.1188

Abstract

Abstract: Computational thinking (CT) basically defines the abstract accurately and covers various kinds of skills in understanding problems and determining appropriate solutions according to the rules of computing in computer science. Understanding the terminology of accuracy is used in computer science fundamentally to understand problems and find solutions that are built from these problems in a logical, structured, and systematic manner. Junior high school 1 Kalimanah is a school with a good ranking in the district because almost every year it always ranks in the top ten on the achievement index of its graduates. The condition of the students of Junior high school 1 Kalimanah is very diverse in economic background, some come from families of employees, farmers, laborers, or others. With a variety of existing economic backgrounds, the issue of ownership of computer equipment is also very limited, not all have computers/or mobile devices/smartphones. The method of application in service activities is carried out by exploration by asking questions, then elaborating and confirming by asking questions. The activity plan is carried out by providing programming learning at the intermediate level to provide motivation to learn logically and systematically so that computational computer-based learning is expected to provide a learning experience for students, especially computer programming experience, bridging the school in selecting outstanding students in the programming field. computer.          Keywords: computational thinking; functionality; Computer science; logical; systematic Abstrak: Kajian ilmu dalam ilmu komputer adalah mengindentifikasi dengan akurat definisi, prosedure dan fungsionalitas. Pemahaman terminologi keakuratan digunakan dalam ilmu komputer secara mendasar untuk memahami masalah dan menemukan solusi yang dibangun dari masalah tersebut secara logis, terstruktus dan sistematis. Computational thinking (CT) pada dasarnya mendefinisikan abstrak secara tepat dan mengkover berbagai macam ketrampilan-ketrampilan dalam memahami masalah dan menentukan solusi yang tepat sesuai dengan kaidah komputasi dalam ilmu komputer. SMPN 1 Kalimanah merupakan sekolah dengan peringkat baik di wilayah kabupaten karena hampir setiap tahun selalu menempati rangking sepuluh besar pada indeks prestasi lulusannya. Kondisi siswa SMP N 1 Kalimanah sangat  beragam latar belakang ekonomi, ada yang berasal dari keluarga pegawai, petani, buruh atau yang lainnya. Dengan beragam latar ekonomi yang ada, maka dalam masalah kepemilikan perangkat komputer juga sangat terbatas tidak semua memiliki komputer/atau perangkat mobile/smartphone. Metode penerapan dalam kegiatan pengabdian dilakukan dengan eksplorasi dengan memberikan pertanyaaan  kemudian elaborasi dan konfirmasi yakni memberi pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pembelajaran pemrograman pada level tingkat menengah untuk memberi motivasi belajar secara logis dan sistematis, sehingga dengan pembelajaran berbasis komputer secara komputasi diharapkan memberi pengalaman belajar bagi siswa khususnya pengalaman pemrograman komputer, menjembatani pihak sekolah dalam menyeleksi siswa-siswa berprestasi dalam bidang pemrograman komputer.Kata kunci: computational thinking; fungsionalitas; ilmu komputer; logis; sistematis 
Seq2Seq encoder–decoder with adaptive metaheuristic for scheduling optimization Arief Kelik Nugroho; Nurul Hidayat; Nofiyati Nofiyati
International Journal of Advances in Intelligent Informatics Vol 12, No 3 (2026): August 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijain.v12i3.2224

Abstract

The Job Shop Scheduling Problem (JSSP) is a combinatorial optimization problem that is NP-hard and highly complex, particularly in modern manufacturing environments associated with industry. Conventional metaheuristic methods such as Genetic Algorithm (GA) and Particle Swarm Optimization (PSO) are capable of generating solutions in a relatively short time; however, they often face limitations in solution quality due to premature convergence and limited adaptability to dynamic problem conditions. In contrast, deep learning approaches such as Sequence-to-Sequence (Seq2Seq) offer strong representational capabilities for modeling operation sequences, although they still encounter challenges related to training stability and generalization. This study proposes a hybrid approach that integrates a Seq2Seq encoder–decoder architecture with an adaptive metaheuristic mechanism to enhance scheduling optimization performance. The Seq2Seq model is utilized to learn underlying patterns in operation sequences, while the adaptive mechanism dynamically adjusts search parameters based on makespan evaluation. The experiments are conducted using datasets from the OR-Library, specifically the 10×10 and 15×15 scenarios, to evaluate the performance and scalability of the proposed method. The experimental results demonstrate that the Seq2Seq + adaptive metaheuristic approach consistently produces lower makespan values compared to GA and PSO. For the 10×10 dataset, the proposed method achieves a makespan of 932, outperforming GA (1095) and PSO (1047). Similarly, for the 15×15 dataset, it attains a makespan of 1050, which is better than GA (1250) and PSO (1200). Although the proposed approach requires slightly longer computational time, the improvement in solution quality indicates that it effectively balances exploration and exploitation.