Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MASA DEPAN MEDIA MASSA DI ERA DIGITAL Yofiendi Indah Indainanto
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 1 (2021): Pebruari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i1.2021.24-37

Abstract

Perkembangan teknologi internet berdampak pada perubahan praktek jurnalistik yang mengharuskan media merubah cara kerja, produksi konten, model bisnis dan struktur organisasi media. Tujuanya agar lebih inovatif dan efesien dalam upaya memberikan kesan pada pembaca. Perubahan gaya transaksional media ke arah interaksi membuat media terus mengoktimalkan terlibatnya pembaca untuk ikut dalam memproduksi konten. Praktek jurnalisme digital di Indonesia terus berupaya membangun iklim media yang disukai pembaca, stabil dan dinamis, sehingga muncul berbagai media dengan ciri khas konten segmentasi berdasarkan usia tertentu. Dalam penelitian ini, menggambarkan pola-pola media membangun kepercayaan ditengah informasi yang melimpah dan pengaruh media sosial yang kuat dalam memberikan informasi. Tantangan media berbagi konten gratis untuk menghidupi bisnis yang sesuai kebiasaan masyarakat Indonesai menyukai konten gratis. Media yang terlahir dari perkembangan teknologi seperti Idntimes.com, Beritagar.id, Tirto.id dan Kumparan.com, terus berinovasi dengan menggunakan teknologi dalam produksi konten dan mengarah generasi milienal sebagai target pembaca, sementara konvergensi seperti Kompas.com, tempo.co, tribunnews.com, konsisten menampilkan berita tanpa segmentasi usia.Kata kunci: Internet, media digital, bisnis media, journalistik
Relasi Politik, Bullying dan Etika Mengenai Isu “Muslim Uighur” di Media sosial Yofiendi Indah Indainanto
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v4i1.4014

Abstract

AbstractThis study analyzes how the practice of political relations, cyberbullying and ethics in responding to Uighur Muslim issues through six posts that show attitudes and explanations on Twitter account Mahfud MD. The research method used is descriptive qualitative, with a virtual ethnographic approach. The results of the study show that the conversation in Twitter comments starts with the opinion leaders raising influencers in every comment about the issue of discrimination against Uighur Muslims. The development of interaction becomes a place to attack Mahfud MD's personal by eliminating the main problems. Interaction of comments leads to the assessment of different attitudes between political elites who are not assertive, on the fear factor, and the existence of power relations outside religious issues. Poor social media ethics that act as commentary interactions do not create understanding and understanding of the issue. As a result, bullying has often taken place under comments dominated by avatar and anonymous accounts.Keywords: Virtual Ethnography, Social Media, Muslim Uighurs, Cyberbullying, Media EthicsAbstrakPenelitian ini menganalisis, bagaimana praktek relasi politik, cyberbullying dan etika dalam menanggapi isu muslim Uighur melalui enam postingan yang menunjukan sikap dan penjelasan diakun Twitter Mahfud MD. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan etnografi virtual. Hasil penelitian menunjukan perbincangan dalam komentar twitter dimulai dari opinion leaders memunculkan influencer dalam setiap komentar terhadap isu diskriminasi muslim Uighur. Perkembangan interkasi justru menjadi ajang menyerang personal Mahfud MD dengan menghilangkan permasalahan utama. Interaksi komentar mengarah pada penilaian sikap berbeda pandangan antara elit politik yang tidak tegas,pada faktor ketakutan, dan adanya relasi kuasa diluar isu agama. Etika bermedia sosial yang buruk menjadi penyebap interaksi komentar tidak menimbulkan pengertian dan pemahaman tentang isu. Akibatnnya aksi bullying banyak terjadi dikolong komentar dengan didominasi menggunakan akun avatar dan anonim. Kata Kunci: Etnografi Virtual , Media Sosial, Muslim Uighur, Cyberbullying, Etika Media