Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Bokasi Ampas Sagu pada Medium Aluvial untuk Pembibitan Jarak Pagar henny sulityowati
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.65 KB) | DOI: 10.26418/plt.v1i1.25

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati respon tanaman jarak pagar akibat pemberian bokasi ampas sagu pada fase pembibitan di tanah aluvial. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan yaitu 5% bahan organik dalam tanah setara dengan 44 g bokasi ampas sagu/polybag, 7% bahan organik dalam tanah setara dengan 110,12 g bokasi ampas sagu/polybag, 9% bahan organik dalam tanah setara dengan 176,26 g bokasi ampas sagu/polybag, 11% bahan organik dalam tanah setara dengan 242,39 g bokasi ampas sagu/polybag dan 13% bahan organik dalam tanah setara dengan 308,53 g bokasi ampas sagu/polybag. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, volume akar dan berat kering tanaman. Bibit jarak pagar yang tumbuh pada medium aluvial yang sudah ditambah dengan bokasi ampas sagu sebanyak 308,53 g/polybag (setara 13% bahan organik dalam tanah) menunjukkan respon yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya, akan tetapi dosis ini belum merupakan dosis yang optimal, karena pertumbuhan bibit jarak pagar belum menunjukkan penurunan pada seluruh variabel pengamatan.
RESPON SETEK LADA SATU RUAS TERHADAP KOMBINASI BIOCHAR AMPAS TEBU DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Ardi, Marselinus Raja; Hadijah, Siti; Sulityowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63372

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) adalah salah satu jenis tanaman rempah dan sudah banyak dibudidayakan baik dalam usaha perkebunan rakyat maupun perusahaan besar. Tanah gambut dimanfaatkan sebagai media tanam pada masa pembibitan setek lada satu ruas, namun di sisi lain dengan kondisi sifat kesuburan kimia tanah yang memiliki kendala seperti pH tanah yang masam, kejenuhan basa yang rendah serta KTK yang tinggi serta sifat fisik tanah gambut yang memiliki tingkat porositas yang tinggi oleh karena itu ditambahkan amelioran seperti biochar ampas tebu yang dikombinasikan dengan pupuk NPK majemuk yang diharapkan dapat memperbaiki sifat kesuburan kimia pada tanah gambut serta memperbaiki sifat fisik tanah gambut yang memiliki tingkat porositas yang tinggi sehingga menjadi lebih optimal sebagai media tanam dalam masa pembibitan setek lada satu ruas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon setek tanaman lada satu ruas terhadap kombinasi biochar ampas tebu dan pupuk NPK pada tanah gambut penelitian di mulai dari tanggal 22 Mei 2022 sampai dengan 22 Oktober 2022 Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan kombinasi biochar dan pupuk NPK sebagai berikut, b1= 51 g biochar/tan + 5 g NPK/polybag, b2= 61 g biochar/tan + 4 g NPK/polybag, b3= 71 g biochar/tan + 3 g NPK/polybag, b4= 81 g biochar/tan + 2 g NPK/ polybag, b5= 91 g biochar/tan + 1 g NPK/polybag. Percobaan diulang sebanyak 4 kali maka didapat 20 unit percobaan dengan 10 sampel setek lada satu ruas pada setiap unit percobaan sehingga diperoleh 200 sampel setek tanaman lada satu ruas. Variabel yang diamati meliputi persentase tumbuh setek (%), panjang tunas (cm), pertambahan jumlah daun (helai) dan jumlah akar (helai Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan kombinasi dosis 81 g biochar/tan (setara 8 ton/ha ) + 2 g NPK/ polybag (setara 195 kg/ha ) dan perlakuan kombinasi dosis 91 g biochar/tan (setara 9 ton/ha ) + 1 g NPK/polybag (setara 98 kg/ha ) memberikan nilai rerata pertumbuhan setek lada satu ruas yang sama baiknya pada variabel pengamatan persentase tumbuh, panjang tunas, pertambahan jumlah daun dan jumlah akar.