Lastaria Rustam Effendi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT DAYAK NGAJU, KECAMATAN MANTANGAI, KABUPATEN KUALA KAPUAS (LANGUAGE POLITENESS IN THE FAMILIES OF DAYAK NGAJU COMMUNITY, MANTANGAI SUBDISTRICT, KUALA KAPUAS REGENCY) Lastaria Rustam Effendi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.48 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i2.3698

Abstract

Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Keluarga Masyarakat Dayak Ngaju, KecamatanMantangai, Kabupaten Kuala Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikankesantunan berbahasa di lingkungan keluarga Dayak Ngaju. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa di LKDN telah menerapkan wujud, strategi, dan fungsi kesantunan. Wujud kesantunanberbahasa DN dinilai dari pelaksanaan dan pelanggaran maksim KB, KD, PJ, KS1, PM, dan KS2dengan memperhatikan skala untung rugi. Selain itu, kesantunan juga ditandai pada penggunaankalimat imperatif dengan menggunakan kata ‘tau dan palus’; kalimat deklaratif menggunakan kata‘hetoh’; kalimat ekspresif menggunakan kata ‘mangat toto, wei, dan matei aku’; dan tindak tuturmemuji menggunakan kata ‘bahalap’ (bagus), dan ‘matei aku’ (mati aku). Strategi kesantunanberbahasa DN, yaitu a) strategi kesantunan negatif, yaitu TTL, MP, dan TYMBI; b) strategikesantunan positif, yaitu MKKKLT, MBP, MPIK, MK, ML, dan MT/J; dan c) strategi off record,yaitu menghindari gangguan utama. Fungsi kesantunan; a) fungsi menyatakan, yaitu MI, MP,dan MJ; b) fungsi menanyakan, yaitu MP1, MK, MP2, MI, dan MP3; c) fungsi memerintah, yaituMn1, Ml, Mn2, dan MP3; dan d) fungsi mengkritik, yaitu MK1, MK2, dan MK3. Selain itu, juga270terdapat fungsi enam dari lawan tutur, yaitu menyetujui, menjawab, melakukan tindakan,menginformasikan, menerima, dan menolak. Berdasarkan budaya DN terdapat bentuk kesantunanmenggunakan kata sapaan seperti umai, bapa, tambi, bue, mina, mama, anak, andi, kaka, undue,sangger, dan sebagainya. Selain itu, diperhalus dengan menghindari abbreviation (penyingkatankata), dan interjeksi (ceh dan beh) dalam berkomunikasi.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, keluarga dayak ngaju