Mundofir Mundofir
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KURIKULUM 2013 DI SMAN 6 DAN SMA SMAN 7 BANJARMASIN (THE PROBLEMATICS OF LEARNING INDONESIAN IN CURRICULUM 2013 IN SMA NEGERI 6 AND SMA NEGERI 7 BANJARMASIN) Mundofir Mundofir
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.583 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3715

Abstract

Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 danSMA Negeri 7 Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beberapa problematika101pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 yang baru dilaksanakan pada sekolah-sekolahpiloting. Ada lima SMA negeri di Banjarmasin yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi sekolah pilotyang di dalamnya termasuk SMAN 6 dan SMAN 7. Adapun kendala yang peneliti temui di dua SMAtersebut tidak jauh berbeda, sesuai dengan kondisi yang ditemukan, dan sesuai dengan situasi perubahanpembelajaran Bahasa Indonesia SMA yang menerapkan kuriklulum 2013 ini. Pada dasarnya keduasekolah yang yang diteliti tersebut dalam penerapan kurikulum 2013 telah memenuhi kesiapan saranadan prasarana sekolah, dan intake siswa tidak ada kendala. Siswa yang masuk belajar pada kedua SMAini termasuk siswa rata-rata bagus dan sarana pembelajarannya memiliki kelengkapan yang memadaiuntuk menerapkan kurikulum 2013. Yang menjadi kendala pada kedua SMA tersebut adalah faktorSDM guru yang mengajar, karena rata-rata guru dari kedua SMA tersebut belum memiliki kesiapandalam melaksanakan proses pemebelajaran yang diinginkan oleh kurikulum 2013. Tidak semua guruyang mengajar diberikan pelatihan secara khusus mengenai proses pembelajaran pada kurikulum 2013sehingga dengan kondisi ini kendala-kendala yang ditemui di lapangan sebagai berikut (1) guru dalammelaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia masih menggunakan pola KTSP, guru lebih banyakberceramah, sehingga timbul kesan guru aktif dan siswa tidak aktif (2) siswa kesulitan memahamiteks yang ada dalam buku siswa karena materinya terintegrasi dengan ilmu-ilmu seperti IPA dan IPS.apabila siswa tidak banyak membaca dan menggali lebih banyak pengetahuan umum siswa mengalamikendala dalam melaksanakan pembebelajaran Bahasa Indonesia, demikian juga gurunya, apabilaguru tidak banyak menguasai materi maka akan mengalami kendala dalam membimbing dan melatihsiswa dalam belajar bahasa Indonesia (3)faktor lain, guru masih belum mampu menerapkan penilaianotentik secara penuh, ini terjadi karena kendala waktu, sehingga penilaian yang dilakukan oleh guruhanya sebatas penilaian yang mengarah pada nilai kognitif, penilaian yang secara rinci dan lengkap(pengetahuan, keterampilan dan sikap) belum bisa dilaksanakan (4)guru masih cenderung banyakmenggunakan pola ceramah, belum menguasai strategi, pendekatan, dan model-model pembelajaranyang diinginkan.Kata-kata kunci: problematika, belajar-mengajar, bahasa indonesia, curriculum 2013