Briand Cheary Taveaanhu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRUKTUR TEKS DAN MAKNA PEMENTASAN KESENIAN TRADISIONAL DEDER KALIMANTAN TENGAH (THE STRUCTURE OF TEXT AND MEANING OF DEDER TRADITIONAL ART PERFORMANCE IN CENTRAL KALIMANTAN) Briand Cheary Taveaanhu
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.157 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i2.3751

Abstract

Struktur Teks dan Makna Pementasan Kesenian Tradisional Deder Kalimantan Tengah.Deder adalah syair yang dilantunkan serta berisikan nasehat, sindiran, atau petuah yang dapatdiiringi oleh nyanyian. Deder dilakukan berpasangan, laki-laki dan perempuan secara bergantian.Saat penampilannya, deder diiringi oleh alat musik kecapi, gong, suling, dan gendang. Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat memberikan tujuanpenelitian secara objektif karena menggunakan dokumen karya sastra, yaitu kesenian deder yangditampilkan oleh pededer yang selanjutnya ditranskripsikan menjadi bentuk tulis untuk diteliti. Sumberdata diperoleh dari beberapa orang yang latar belakangnya adalah sebagai seniman sastra lisan dederdan juga rekaman video penampilan deder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1)Struktur teks deder terdiri atas pembukaan, isi, danpenutup. Pembukaan berisi tentang pengucapansalam kepada hadirin dan kepada seluruh pihak. Penyampaian isi berisi tentang penyampaian maksuddan tujuan dari bededer. Penutup berisi salam perpisahan kepada hadirin dan kepada seluruh pihak.(2). Teks deder pada umumnya, seperti deder Dampak Sosial Asep memiliki rima berangkai namunada beberapa bait yang tidak sempurna. Terjadi pengecualian pada deder karya Bilton yaitu tidaksemua baitnya memiliki rima karena hamper tiap baitnya, terdapat pengulangan bunyi akhir katalarik pertama dengan kata awal larik kedua. Hal tersebut terjadi karena pemenggalan kata akhir larikpertama yang kemudian disebutkan secara utuh pada kata awal larik kedua. Selain itu teks dedermemiliki asonansi atau pengulangan bunyi huruf vocal dan aliterasi atau pengulangan bunyi hurufkonsonan. (3).Pola irama teks deder dalam pelantunannya terdapat penekanan pada beberapa katatiap baitnya. Letak penekanannya tidak teratur tergantung kesesuain kata dengan nada yang ingindilantunkan. Teks Deder terdiri atas kata yang tidak sama jumlahnya pada tiap baitnya.4.Penyajiandeder ditampilkan dengan menghadirkan unsure penyaji, penonton, music setting, dan interaksi denganpenonton. Penyaji pada deder ditampilkan dengan berpasangan, biasanya laki-laki dengan perempuan.Pededer secara bergantian melantunkan teks deder antara bait satu ke bait selanjutnya hingga selesai.Penonton yang menyaksikan berasal dari berbagai kalangan. Alat musik yang digunakan dalampenyajian deder adalah gong,gendang, kecapi dan suling yang merupakan khas Kalimantan tengah.Pada deder karya Bilton, Setting yang ditampilkan adalah taman wisata kum-kum dan juga tempatwisata huma betang. Kum-kum menggambarkan panorama hutan di Kalimantan sedangkan wisataHuma betang menggambarkan rumah yang digunakan suku dayak pada zaman dulu. Sedangkan, padadeder dampak sosial asep, setting bertempat di studio RRI KalimantanTengah.Kata-kata kunci: deder, struktur teks, pementasan