Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KORELASI AKTIVITAS FISIK DAN PENINGKATAN BERAT BADAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA Kristiani Murti Kisid
Jurnal PRIMA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i2.118

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses yang fisiologi bagi seorang wanita, namun tidak semua kehamilan dapat berjalan normal, beberapa kehamilan dapat mengalami kondisi patologis yang ditandai dengan adanya suatu komplikasi. Preeklamsia dan eklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan hipertensi, proteinuria dan edema setelah usia kehamilan 20 minggu dan jika disertai kejang disebut eklamsia (Yusniar, 2014). Aktivitas fisik yang teratur pada wanita hamil dapat meningkatkan antioksidan enzimatik dan menurunkan oxidative stress sehingga mencegah terjadinya preeklamsi. Obesitas dapat menjadi penyebab terjadinya preeklamsia/eklamsia. Ibu hamil dengan obesitas memiliki resiko tiga kali lipat mengalami preeklamsia. Penelitian ini menggunakan rancangan case control study. Melibatkan 48 wanita hamil usia kehamilan > 20 minggu yang dibagi menjadi dua kelompok terdiri dari kelompok Preeklamsia (n=24) dan Kontrol (n=24). Pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik dan peningkatan berat badan. Aktivitas fisik diukur dengan menggunakan kuesioner aktivitas fisik yang dinilai 7 hari sebelum responden terdiagnosa Preeklamsia dan peningkatan berat badan merupakan jumlah total peningkatan berat badan dari sejak responden melakukan penimbangan berat badan pertama kali sampai dengan saat data di ambil. Hasil uji Chi Square menunjukan ada hubungan yang signifikan Antara aktivitas fisik dengan Kejadian Preeklamsia (p-Value = 0.004 < α). Dan ada hubungan yang signifikan Antara berat badan dengan kejadian preeklamsia (p-Value = 0.001 < α). Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas fisik dan peningkatan berat badan memiliki hubungan yang bermakna.
Ketuban Pecah Dini berhubungan dengan Lama Persalinan dan Asfiksia Neonatorum Intan Ayu Fransiska; Rosita Khaerina; Kristiani Murti Kisid
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/gxtt9c38

Abstract

Introduction: Premature Rupture of  Membranes (PRM) is one of the causes of morbidity in the mother and fetus. The incidence of PRM generally ranges from 10-12% of all pregnancies. Maternal complications caused are intra-amniotic infection, prolonged labor, and postpartum infection. In addition, fetal complications due to PRM are infection, hypoxia and asphyxia, fetal deformity syndrome, and preterm birth. The results of preliminary study, conducted at the Mataram Municipality General Hospital, obtained data on the incidence of PRM in 2022 totaling 301 cases (10,2%) of 2.926 deliveries. Objective: To determine the correlation between premature rupture of membranes and duration of labor and asphyxia neonatorum at Mataram Municipality General Hospital. Method: The population in this study were mothers with PRM as many as 301 respondents. The sampling technique used purpossive sampling with a total sample of 92 respondents. The research design used cross-sectional with data processing techniques using the Chi-square test with the support of SPSS. The research instruments were delivery room registers and medical records. Results: The frequency distributin of PRM showed that mostof the respondents experienced PRM ≤12 hours, which was 70 (76,1%). Respondents with appropriate duration of labor were 83 (90,2%), and 69 (75%) of resondents gave birth to babies who did not have asphyxia neonatorum. The results of PRM statistical test with the duration of labor showed no correlation with a p –value of 0,90 (> 0,05). The results of the PRM statistical test with asphyxia neonatorum showed a significant p-value mof 0,00 (<0,05). Conclusion: There is no correlation between PRM and the duration of labor and there is a correlation between PRM and asphyxia neonatorum. The duration of labor in PRM patients is affected by the management carried out at the Mataram Municipality General Hospital to reduce the risk of prolonged labor.