Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KECERDASAN EMOSIONAL MENINGKATKAN KREATIFITAS GURU DALAM MENGAJAR Nurjana Nurjana
Jurnal Pendidikan Guru Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v3i1.291

Abstract

Mengacu pada fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut, terlihat jelas bahwa Undang-Undang di atas menghendaki guru memiliki kecerdasan emosional, kreatif, mempunyai sikap yang ajeg, mandiri dan mapan, sehingga dalam proses pembelajaran guru secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia yang berimplikasi pada kualitas proses (quality proses) pembelajaran, jaminan kualitas (quality ansurance) produk pembelajaran serta kualitas output (quality produc) sebagai tujuan akhir pembelajaran. Guru yang memiliki EQ yang tinggi senantiasa dapat mengontrol tingkah laku yang kemungkinan merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Proses pembelajaran dikelas merupakan suatu interaksi yang melibatkan sikap dan daya kreativitas antara guru dengan sisw2a dan suatu komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam suasana edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Guru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, karena guru selalu berinteraksi langsung denagn siswa, memberikan keteladanan, motivasi dan inspirasi secara terus menerus. Oleh karena itu guru harus selalu bersemangat, berprestasi, dan kreatif dalam berkarya di dalam proses pembelajaran di kelas dan di luar kelas. Kaitan kecerdasan emosional denagn kreativitas guru, tergantung pada kondisi dalam lingkungan dan individu itu sendiri, seorang yang mempunyai kecerdasan emosional yang baik memiliki daya kreativitas pribadi yang tinggi, memiliki program kerja berdasarkan rencana dan tujuan yang realistis serta berjuang untuk merealisasikannya. Kreativitas merupakan perwujudan/pengaktualisasian diri dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia. Bahkan lebih dari itu bahwa berkreasi dapat bermanfaat bagi diri pribadi, lingkungan, dan juga memberikan kepuasan bagi individu, disamping memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidup, khususnya dalam menghadapi Era Pembangunan bersifat Global di Era Milenial.
PERAN BAHASA ARAB DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN PERADABAN ISLAM Nurjana Nurjana
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i4.393

Abstract

Puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah. Sejarah mencatat bahwa salah satu faktor penting keberhasilan pengembangan peradaban saat itu adalah karena berkembangnya gerakan penerjemahan (arabisasi) yang dimotori oleh elit penguasa, yaitu Harun al-Rasyid (786-809 M) dan Al-Makmun (786-833 M). Gerakan penerjemahan itu disosialisasikan dengan ditunjang oleh adanya pusat riset dan pendidikan seperti Bait al-Hikmah dan Dâr al Hikmah. Penerjemahan karya-karya asing tidak terbatas pada ilmu-ilmu dasar, filsafat Yunani, melainkan juga mencakup matematika, astronomi, isika, geometeri, optika, musik, dan kedokteran yang berasal dari bahasa Suryani, Persia dan India. umat Islam tidak hanya bertindak sebagai pengalih ilmu tetapi juga sebagai penyusun, pengembang, dan pembangun berbagai disiplin ilmu pengetahuan baru. Kesadaran umat Islam juga harus dibangkitkan, melalui berbagai lembaga pendidikan dan media massa bahwa belajar bahasa Arab itu tidak sekadar untuk memahami Islam, melainkan juga untuk memahami ilmu pengetahuan, yang kini sudah mulai banyak ditulis dalam bahasa Arab. Diperlukan juga upaya standarisasi kemampuan bahasa Arab bagi calon mahasiswa maupun calon lulusan Perguruan Tinggi (misalnya dengan TOAFL), sehingga mereka memiliki standar kompetensi dalam berbahasa Arab. Penciptaan lingkungan berbahasa Arab (dengan keteladanan dosen dalam berbahasa Arab sebagai bahasa akademik/ perkuliahan) penting digalakkan. Para dosen juga perlu membiasakan menulis karya ilmiah dalam bahasa Arab, sehingga dikenal oleh dunia luar, khususnya dunia Arab. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang canggih, khususnya dalam bidang teknologi dan multimedia pendidikan bahasa Arab juga perlu dipikirkan bersama.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TINGKAT MADRASAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB SISWA Nurjana Nurjana
Jurnal Pendidikan Guru Vol 3 No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v3i3.385

Abstract

Pembahasan dalam Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang cermat dan tepat dalam pembelajaran bahasa Arab pada tingkat Sekolah dasar dengan menghasilkan Model Pembelajaran Bahasa Arab di MTsN 1 Tanjung Jabung Timur yang dapat digunakan sebagai sistem yang Standard, baik di Madrasah Tsanawiyah Negeri maupun Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran bahasa Arab saat ini telah diaplikasikan di pendidikan tingkat sekolah dasar, namun performanya masih tidak mencakup karakteristik yang diharapkan. Oleh karena itu, pengembangan model pembelajaran bahasa Arab dalam pendidikan dasar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab siswa, kinerja pengajarannya harus memiliki sinergi yang baik antara perwujudan dari semua karakteristik pembelajaran bahasa.