Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF Aab Abdullah
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.525 KB) | DOI: 10.30868/am.v1i01.105

Abstract

Zakat adalah salah satu komponen utama dalam system ekonomi Islam, ia menjadimesin penggerak bagi kesimbangan antara si kaya dan si miskin. Posisinya semakin sangat diperlukan  ketika  dihadapkan  kepada  permasalah  sosial  ekonomi  yang  tidak  berpihak kepada orang-orang miskin. Sebagai social control zakat menjadikan tidak terjadi perbedaan yang berlebihan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin, ia menjadikan harta itu tidak hanya berputar pada orantg-orang kaya saja, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al- Hasyr ayat 7. Begitu bermanfaatnya zakat sehingga Khalifah Abu Bakar memerangi orang- orang yang tidak mau membayar zakat.Permasalahan  zakat  yang  dihadapi  saat  ini  sangat  kompleks,  dari  mulai  masih adanya sebagian orang yang tidak mau membayar zakat, distribusi zakat yang belum tertata rapi hingga permasalah fiqh tentang pengembangan dan ijtihad bagi model-model zakat produktif. Permasalah terakhir inilah yang menjadi pembahasan makalah ini.Zakat produktif adalah menjadikan uang zakat tidak hanya bersifat konsumtif dalam arti langsung habis dimakan, akan tetapi harta zakat digunakan untuk modal usaha agar bisa mengentaskan  kemiskinan  para  mustahik  zakat.  Dengan  modal  usaha  ini  diharapkan mustahik zakat suatu saat akan menjadi sseorang muzaki.Strategi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZ Kota Sukabumi berupa “pinjaman” modal dan dana bergulir bagi para mustahik zakat yaitu para fakir miskin yang berada di wilyah Kota Sukabumi. Program ini mendapat respon antusias dari para golongan lemah di wilayah ini. Dari hasil observasi yang dilakukan diperoleh kseimpulan bahwa model zakat produktif ini sangat bermanfaat bagi para mustahiq zakat sehingga diharapkan ke depan bisa terus dikembangkan.
Strategi Pendayagunaan Zakat Produktif: Studi BAZ Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Aab Abdullah
JURNAL ALAMIAH Vol 1 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Institut Agama Islam Sahid Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.182 KB) | DOI: 10.56406/alamiahjurnalmuamalahdanekonomisyariah.v1i1.44

Abstract

Zakat is one of the main components in the Islamic economic system, it becomes a driving engine for the balance between the rich and the poor. His position is increasingly needed when faced with socio-economic problems that are not in favor of the poor. As social control, zakat does not make excessive differences between rich people and poor people, it makes wealth not only revolves around rich people, as mentioned in the QS. Al-Hasyr verse 7. So beneficial zakat is that the Caliph Abu Bakr fought those who did not want to pay zakat.The problems of zakat that are faced today are very complex, starting from the presence of some people who do not want to pay zakat, the distribution of zakat that has not been neatly arranged to the problem of fiqh regarding the development and ijtihad for productive zakat models. This last issue is the subject of this paper.Productive zakat is to make zakat money not only consumptive in the sense that it is immediately consumed, but zakat assets are used for business capital in order to alleviate poverty for zakat mustahik. With this venture capital, it is hoped that the zakat mustahik will one day become a muzaki.The zakat management strategy carried out by BAZ Sukabumi City is in the form of "loans" of capital and revolving funds for zakat mustahik, namely the poor who are in the Sukabumi City area. This program received enthusiastic response from weak groups in this region. From the observations made, it is concluded that this productive zakat model is very useful for zakat mustahiq so that it is hoped that in the future it can continue to be developed.