Hery Susanto
ID SINTA: 6695204 (Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia)

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tinjauan Teologis Tentang Pendidikan Kristiani Multikultural Hery Susanto
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 2, No 1 (2021): Pendidikan Kristen dan Kepemimpinan
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v2i1.55

Abstract

Multicultural Christian education is in line with the diversity that exists in Indonesia. Theologically, Christian education contains elements of knowing God which is universal so that it is not only controlled by the Jews. In the Jewish tradition Christian education was intense, but Jesus extended that teaching beyond the boundaries of Jewish culture and tradition. The culture used is the culture of God's kingdom that puts forward the power of God's government in the world and heaven. In every human culture, there is always room for religiosity, and that is what must be taught. The Lord Jesus teaches anyone to be able to know God's Kingdom and His will in human culture. The method used is a literature qualitative research method by comparing various sources of writing related to multicultural Christian education and its implementation in Christian education in Indonesian culture.AbstrakPendidikan kristiani multikultural sangat sesuai dengan keberagaman yang ada di Indonesia. Secara teologis, pendidikan Kristiani mengandung unsur pengenalan akan Tuhan yang universal sehingga bukan hanya dikuasai oleh orang Yahudi saja. Dalam tradisi Yahudi pendidikan kristiani sangan intens, tetapi Yesus mengembangkan pengajaran itu melampaui batasan budaya dan tradisi Yahudi. Budaya yang digunakan adalah budaya kerajaan Allah yang lebih menekankan kuasa pemerintahan Allah di dalam dunia dan di surga. Setiap budaya manusia selalu memberi ruang bagi religiusitas, dan itulah yang harus diajarkan. Tuhan Yesus mengajarkan kepada siapapun untuk dapat mengenal Kerajaan Allah dan kehendak-Nya dalam budaya manusia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif literature dengan membandingkan berbagai sumber tulisan yang terkait dengan pendidikan kristiani multikultur dan implementasinya dalam pendidikan kristiani dalam budaya masyarakat Indonesia.
PENDIDIKAN AGAMA MENANGGULANGI KRISIS DAN TRAUMA Hery Susanto
SIAP: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 11, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55087/siap.v11i1.23

Abstract

Covid telah memberikan dampak begitu luar biasa dalam kehidupan manusia karena seluruh aspek kehidupannya yang diserang. Persoalannya bukan hanya pada covid-nya tetapi pada krisis yang terjadi dan trauma yang dialami akibat kehilangan harapan dan tidak tahu bagaimana keluar dari persoalan tersebut.Pendidikan agama  menolong manusia untuk dapat menanggulangi adanya krisis dan trauma dalam dirinya. Keywords : Agama, covid, krisis, trauma,
KONSEP BAM (BUSINESS AS MISSION) SEBAGAI SARANA PENYAMPAIAN INJIL Hery Susanto
SIAP: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 10, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.308 KB) | DOI: 10.55087/siap.v10i1.11

Abstract

ABSTRAK Bisnis merupakan kegiatan ekonomi yang menjadi bagian dari upayamemenuhi kebutuhan manusia. Konsep BAM menggunakan konsep iniuntuk mewartakan Injil. Artikel ini mengulas tentang berbagai hal berkaitandengan Business as Mission. Sekalipun ada anggapan bahwa bisnisadalah hal sekuler dan tidak bijak jika memakai hal sekuler untuk halrohani, tetapi konsep BAM juga merupakan hal yang dilakukan olehTuhan Yesus. Gereja tidak hanya sekedar sekumpulan orang yangmembentuk kelompok, tetapi melalui BAM, gereja lebih terbuka untukmenjaring network dengan berbagai orang yang hendak mendengar Injil. Kata Kunci: BAM, network, sekuler, misi 
Pengaruh Bias Kognitif Terhadap Penerimaan Injil Sebagai Kebenaran Yang Absolut Hery Susanto
SIAP: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.634 KB) | DOI: 10.55087/siap.v10i2.1

Abstract

Bias kognitif adalah pembentukan gagasan karena seseorang telah memiliki informasi tentang sesuatu hal, sehingga dalam korelasinya dengan pengambilan keputusan dapat mengakibatkan kesalahan pemikiran atau sulit untuk beradaptasi dengan perubahan. Keterkaitannya dengan penerimaan terhadap Injil sebagai sebuah kebenaran absolut harus didasarkan pada pengetahuan yang benar dan bukan berdasar pada bias kognitif yang juga terdapat di dalam Alkitab. Jadi artikel ini akan menguraikan tentang berbagai bias kognitif dan contohnya di dalam Alkitab sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika seseorang hendak mengambil keputusan menerima Injil sebagai suatu kebenaran yang absolut.Kata Kunci :  bias kognitif, kebenaran, Injil, absolut
Penderitaan Sebagai Sarana Allah Membangun Hubungan Dengan Orang Yang Takut Akan Allah Menurut Kitab Ayub Hery Susanto; Esra Agus Kristianto
SIAP: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 11, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55087/siap.v11i2.33

Abstract

Allah menghendaki setiap orang dapat mengenalNya dan hal tersebut terjadi sejak bapa leluhur jauh sebelum kristus. Bagaimana cara Allah dapat saling mengenal sebab sejak manusia jatuh dalam dosa telah terjadi keterpisahan dalam relasi Allah dengan manusia. Allah menjadikan penderitaan sebagai sarana untuk membangun relasi dengan orang-orang yang takut akan Dia. Penderitaan dipakai Allah untuk menyatakan karakter dan sifat-sifatnya kepada orang-orang yang takut dan menaruh rasa hormat terhadapNya.  Kata kunci: Penderitaan, hubungan, takut akan Allah