Arie Ekadharma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GENTENAN (Gerakan Pendidikan Peningkatan Ekonomi Kemaritiman): Keaksaraan Dalam Pemberdayaan Perempuan NFN Kuswara; Euis Laelasari; Arie Ekadharma
Jurnal AKRAB Vol. 7 No. 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v7i1.130

Abstract

Upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan di sektor kelautan dan perikanan tidak lepas dari kebutuhan untuk mengikutsertakan perempuan dalam kebijakan pembangunan di sektor tersebut. Tujuan pengembangan Model Gentenan (Gerakan Pendidikan Peningkatan Ekonomi Kemaritiman) dalam Pemberdayaan Perempuan adalah: memberikan acuan bagi lembaga dan atau warga masyarakat yang akan menyelenggarakan program pemberdayaan perempuan berbasis masyarakat maritim. Pengembangan model yang dikembangkan merupakan rangkaian kegiatan pengembangan pendidikan keaksaraan (membaca, menulis dan berhitung) dan pendidikan keterampilan usaha di suatu wilayah maritim yang berbasis keluarga nelayan. Pendekatan ini lebih memusatkan kepada isu gender dan tidak terlihat pada masalah perempuan semata. Pendekatan GAD yang kami gunakan merupakan satu-satunya pendekatan terhadap perempuan dalam pembangunan dengan melihat semua aspek kehidupan perempuan dan semua kerja yang dilakukan perempuan baik kerja produktif, reproduktif, privat maupun publik dan menolak upaya apapun untuk menilai rendah pekerjaan mempertahankan keluarga dan rumah tangga. Penerapan pemberdayaan perempuan dalam Model Gentenan dibangun melalui tiga tahap, (1) Tahap Pra Intruksional, (2) Tahap Instruksional, dan (3) Tahap Evaluasi yang diselenggarakan selama 6 (enam) minggu pada siklus pertama, dan 5 (lima) minggu pada siklus berikutnya.
DADA (DANA DARING) PELIBATAN NETIZEN DALAM PENDIDIKAN NONFORMAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Arie Ekadharma; Chinta Darma; Edi Rukmana
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.149

Abstract

Dada (Dana Daring) merupakan sebuah model yang memberikan alternatif penggalangan dana pendidikan bagi penyelenggara program pemberdayaan perempuan melalui jaringan internet sekaligus memandu penyelenggaraan pembelajarannya. Dengan kata lain, model ini memformulasikan pola penyelenggaraan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan peningkatan ekonomi dengan cara meningkatkan percaya diri peserta didik melalui pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi, pelibatan masyarakat dengan cloud funding, dan penggunaan dana bergulir dalam pembelajaran wirausaha. Salah satu fokus yang akan disempurnakan di dalam model ini adalah faktor “klasik” seperti permodalan yang sangat mempengaruhi jalannya program pemberdayaan. Oleh karena itu, model ini fokus pada upaya mencari celah permodalan yang fl eksibel dan tidak mengikat. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah dengan memanfaatkan jaringan komunikasi melalui internet (daring). Konsep Model Dada adalah penggalangan dana melalui media daring atau dikenal dengan istilah cloud funding yaitu memanfaatkan potensi yang tersebar di masyarakat menjadi kegiatan yang lebih terfokus untuk merekontruksi kehidupan sosial masyarakat secara bersama-sama. Prinsipnya model Dada menyambungkan kepercayaan masyarakat, peserta didik, dan penyelenggara program. Ketiga pihak tersebut dimediasi internet yang dikelola oleh penyelenggara program melalui media sosial sebagai wadah untuk mengutarakan ide, menginformasikan aktivitas peserta didik dan penyebaran informasi di dunia maya agar dapat diakses secara global oleh masyarakat untuk berpartisipasi sebagai donatur. Pola penyelenggaraan terbagi menjadi tiga aktivitas. Aktivitas pertama adalah aktivitas pengelola sebagai penanggung jawab program, yaitu (1) aktivitas penggalangan dana dan (2) aktivitas pembelajaran. Aktivitas kedua, adalah aktivitas masyarakat, dalam berdonasi untuk aktivitas peserta didik. Aktivitas ketiga, adalah aktivitas aktif peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh pengelola dari bantuan donasi masyarakat. K