Im Sodiawati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Kreatif Ayo Membaca, Menumbuhkan Minat Baca Melalui Strategi Spiral Habits Dwi Ari Noerharijanti; Im Sodiawati; Yetty Widya KS
Jurnal AKRAB Vol. 7 No. 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v7i1.136

Abstract

Data UNESCO Tahun 2012 menunjukkan indeks minat membaca Indonesia baru mencapai 0,001, yang artinya dalam setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang mempunyai minat baca. Data Badan Pusat Statistik Tahun 2012 pada indikator sosial budaya menunjukan bahwa penduduk Indonesia yang menjadikan baca sebagai sumber informasi baru sekitar 17,66%, sedangkan yang menonton televisi 91.68% dan mendengarkan radio 18.57% (BPS, 2012). Merujuk pada data tersebut, menunjukkan bahwa Indonesia belum menjadikan membaca sebagai budaya, ataupun sebagai aktifi tas yang menjadi pilihan penting dalam keseharian. Oleh karena itu diperlukan upaya kreatif yang dapat menumbuhkan minat baca di masyarakat, yang dibangun dari kebiasaan di masyarakat. Bukan hanya dukungan penyediaan secara fi sik (hard skill), namun juga memberi daya ungkit pada sisi mental (soft skill), dan salah satunya adalah Program Kreatif Ayo Membaca melalui Strategi Spiral Habits yang dikembangkan oleh BPPAUDNI Regional II Surabaya di Tahun 2014. Penyelenggaraan program kreatif Ayo Membaca diselenggarakan dengan pendekatan Input, Proses dan Output (IPO). Input dalam program ini dipilah menjadi Raw input, Instrumental input dan Enviromental input. Seluruh input yang mendukung proses ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dalam proses penyelenggaraan program. Pada tahap proses, kegiatan menumbuhkan minat baca melalui spiral habit merupakan rangkaian bentuk perlakuan dalam kemasan kegiatan yang dilakukan dalam proses tatap muka yang disebut dengan aksi kreatif (AKTIF) membaca, dan pemberian perlakuan diluar tatap muka dengan kemasan aktifi tas baca di rumah (ACARA), yang disertai catatan data perkembangan membaca peserta program. Sedangkan output meliputi adanya perubahan kebiasaan dalam hal membaca, kebiasaan seseorang dari tidak berminat menjadi berminat membaca. Adanya peningkatan jumlah bacaan yang terbaca, durasi membaca, serta adanya konsistensi kebiasaan membaca. Pembentukan kebiasaan membaca melalui proses AKTIF dan ACARA, menunjukkan bahwa proses berkelanjutan dan berkesinambungan ke duanya mengharuskan adanya konsistensi dan keseimbangan proses. Pada proses AKTIF tuntutan transfer semangat melalui motivasi dan permainan menjadi stimulus yang akan memantik aktifi tas individu melakukan ACARA. Berdasarkan penelitian pada proses AKTIF, menunjukkan bahwa motivasi, kognitif, dan afektif sasaran lebih terkondisi dan terjaga. Sedangkan pada proses membaca di rumah, menunjukkan bahwa kecenderungan yang tampak dari buku yang sudah dibaca oleh peserta ujicoba menunjukkan beberapa ketertarikan konteks tema yaitu tema pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan ekonomi, kreatifi tas dan kewirausahaan. Ketahanan membaca pada saat AKTIF lebih stabil karena dilakukan secara berkelompok yang memungkinkan peserta bersinergi dengan orang lain, dan saling menguatkan bersama peserta lain. Sedangkan ketahanan rata-rata durasi membaca berada pada kisaran 1530 menit per kegiatan. Pada pemeliharaan tumbuhnya kebiasaan membaca, rentang konsistensi masih berada pada kisaran 10 hari.