Dadang Sunarwan
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEMAMPUAN LITERASI TIK TUTOR KEAKSARAAN DALAM PRAKTEK KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELOMPOK Dadang Sunarwan
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.150

Abstract

Kemampuan literasi teknologi, informasi dan teknologi (TIK) dituntut dimiliki oleh setiap orang siapapun dia termasuk tutor keaksaraan. Secara umum, tutor keaksaraan sudah mengetahui berbagai perangkat TIK seperti komputer/laptop/ipad dan smartphone. Hanya dalam penggunaannya belum tentu optimal apalagi diperuntukkan untuk kegiatan layanan pembelajaran. Oleh karena itu melalui penelitian ini ingin diketahui sejauh mana kemampuan tutor keaksaraan dalam literasi TIK tersebut dalam rangka meningkatkan mutu layanan pembelajaran keaksaraan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan teknik wawancara dan observasi diperoleh hasil di mana responden rata-rata cukup baik dalam literasi TIK-nya dilihat dari aspek kemampuan memanfaatkan teknologi, menguasi aplikasi perkantoran, mengerti internet, mengerti manajerial data pada perangkat TIK serta akrab dengan infokus. Hanya perlu ada upaya peningkatan literasi TIK untuk tutor keaksaraan tersebut melalui berbagai kegiatan berupa pelatihan, bimbingan teknis, dan workshop.
MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA PESERTA DIDIK PENDIDIKAN KESETARAAN MELALUI PEMBELAJARAN SOSIOLOGI Dadang Sunarwan
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i2.169

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu jenis li terasi dasar selain literasi baca-tulis-berhitung, sains, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keuangan, dan kewarganegaraan. Literasi budaya dalam arti luas merupakan kemampuan, bukan hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis namun menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dapat membuat seseorang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu memecahkan masalah dalam berbagai konteks, mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu mengembangkan potensi dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kaitan ini literasi budaya yang akan diteliti adalah peningkatan literasi budaya peserta didik pendidikan nonformal-kesetaraan dalam proses pembelajaran sosiologi. Dengan metode deskriptif analitik menggunaikan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi diperoleh hasil bahwa peserta didik meningkat literasi budaya dengan fokus pada penguasaan pengetahuan produk budaya bangsa dan lokal Indonesia berbentuk benda dan tata nilai dari 7 aspek kebudayaan yaitu bahasa, sistem pengetahuan, sistem kemasyarakatan, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem matapencaharian, sistem religi, dan kesenian. Hanya dalam menerapkan budaya dalam keseharian perlu diperhatikan faktor pihak yang menfasilitasi, faktor fi gure dan faktor minat peserta didik.
ANALISIS KEGIATAN LITERASI SAINS PADA PEMBELAJARAN MULTIKEAKSARAAN Dadang Sunarwan
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.173

Abstract

Literasi sains merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan sains dalam mengidentifi kasi dan memperoleh pengetahuan baru, menggambarkan fenomena ilmiah dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta. Kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan dalam literasi sains, antara lain mengenal alam sekitar dan lingkungan, mengenal fenomena alam, belajar bersama dengan alat peraga sains, pengenalan hidup sehat, dll. Berkaitan dengan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tentang kegiatan peserta didik program pendidikan multikeaksaraan dalam melakukan literasi sains berdasarkan tema kesehatan dan olahraga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik menggunaikan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik secara konten sains mengenal sejumlah materi kesehatan dan olahraga sebagai penjabaran lebih lanjut dari identifi kasi dan hasil identifi kasi masalah melalui fasilitasi tutor. Dalam hal proses sains, peserta didik dapat mempergunakan langkah keterampilan proses secara sederhana berdasarkan kadiah ilmiah mulai dari mengajukan pertanyaan, menjawab suatu pertanyaan atau memecahkan masalah, mengidentifi kasi dan menginterpretasi bukti serta membuat kesimpulan. Peserta didik mempunyai kemampuan secara berurut dari terbesar hingga terkecil dalam hal membuat pertanyaan (58%), mengumpulkan bukti (57%), menginterpretasikan bukti dan membuat kesimpulan (50%).
IMPLEMENTASI PENGELOLAANKEUANGAN PASCA PEMBELAJAR LITERASI KEUANGAN PESERTA DIDIK KUM Dadang Sunarwan
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.181

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kegiatan peserta didik program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dalam melakukan implementasi literasi keuangan hubungannya dengan kemampuan mengelola keuangan. Komponen yang dianalisis terkait dengan implementasi membuat perencanaan keuangan melalui fasilitasi tutor pasca pembelajaran dan komponen kedua terkait dengan implementasi pengelolaan keuangan peserta didik secara mandiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, perolehan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mempunyai kemampuan yang baik sebatas membuat perencanaan keuangan berdasarkan aspek menentukan keinginan, menentukan skala prioritas, mengevaluasi kesehatan keuangan, mencatat harta dan utang serta mencatat penerimaan-pengeluaran. Terkait dengan komponen implementasi pengelolaan keuangan peserta didik secara mandiri, rata-rata mempunyai kemampuan berada pada kondisi cukup baik berdasarkan aspek melakukan prioritas belanja (memenuhi kebutuhan pokok seperti pengadaan bahan pokok, kebutuhan pendidikan), menyesuaikan belanja dengan perencanaan, kegiatan menabung, kegiatan investasi (mengikuti arisan) dan kegiatan berbagi (infak/sodaqoh). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa peserta didik dalam implementasi pengelolaan keuangan berada pada kondisi cukup baik. Hanya masih terkendala oleh faktor internal-kebiasaan dan kemampuan mengendalikan diri dan faktor eksternal- fluktuasi harga kebutuhan.