Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan masalahmasalahyang menjadi pro dan kontra dalam pengangkatan pejabat di STAINSultan Qaimuddin Kendari. Fokus penelitian menelusuri tentang kontroversikebijakan pengangkatan pejabat dan faktor-faktor apa saja yang menjadikontroversi. Dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan studi kasus,hasil penelitian menunjukkan bahwa kontroversi terjadi karena disebabkan olehbeberapa faktor yaitu faktor komunikasi, faktor perbedaan individu dan faktortentang the right man on the right place. Dalam faktor komunikasi kontroversiterjadi karena dalam memahami aturan tentang pengangkatan pejabat ada yangberdasarkan kepada pengalaman dan ada pula yang berpegang berdasarkanstatuta, sementara kontroversi dalam tinjauan the right man and the right placekontroversi terjadi karena sebagaian orang menganggap bahwa dalampenempatan pejabat lebih ditekankan kepada unsur politis sehingga pejabat yangdiangkat tidak mempunyai kompetensi yang memadai dalam memimpin danmenyebabkan motivasi kerja dari bawahannya menjadi berkurang. Namun disisilain ada pula pejabat yang sudah ditempatkan sesuai dengan bidangnya yangmembuat rekan kerja atau bawahannya menjadi termotivasi dalam bekerja.Olehnya itu dalam penempatan seorang pejabat untuk menduduki suatu jabatanmaka faktor kompetensi, kinerja dan etika kepegawaian perlu diperhatikan sehingga dalam penempatan pejabat pada suatu jabatan tertentu tidak menuai pro dan kontra, sehingga visi dan misi organisasi bisa tercapai.Kata kunci: Konflik, Kebijakan, Pejabat