Budi Widianto
Fakultas Theologia, Universitas Kristen Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Lelaku: Memahami Pengalaman Menjelang Kematian Lansia Jawa Budi Widianto
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 2 (2018): Gereja dalam Perubahan Zaman
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.674 KB) | DOI: 10.33991/epigraphe.v2i2.42

Abstract

Some people consider death events to be the ending part of life, so they regard death as a frightening event. This study aims to describe the near-death experience of the Javanese elderly in Rejosari Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. The theoretical framework used is near-death experience according to Elisabeth Kübler-Ross. The study was conducted using qualitative methods with a phenomenological approach. Data collecting techniques are carried out by in-depth interviews, observations, and library studies. The results showed that the five Javanese elderly studied underwent all stages of the theory of Elisabeth Kübler-Ross but the sequence was different. Four of the five research subjects already had an attitude of acceptance caused by a weak physical condition due to various decreases in the function of their organs.AbstrakSebagian orang menganggap peristiwa kematian merupakan bagian akhir dari kehidupan, sehingga mereka menganggap kematian sebagai peristiwa yang menakutkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman menjelang kematian lansia Jawa di Kalurahan Rejosari Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Kerangka teori yang dipakai adalah pengalaman menjelang kematian menurut Elisabeth Kübler-Ross. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima lansia Jawa yang diteliti mengalami semua tahapan dari teori Elisabeth Kübler-Ross tetapi urutannya berbeda. Empat dari lima subyek penelitian sudah memiliki sikap penerimaan yang disebabkan oleh kondisi fisik yang lemah karena berbagai penurunan fungsi organ tubuhnya.