Anggreani Norma Paat
Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman Jemaat Tentang Penggunaan Salam Assalamualaikum dalam Liturgi Ibadah Gereja Anggreani Norma Paat; Mieke Yan Manu
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i1.675

Abstract

Abstract. Theologically, liturgy is a celebration in which God reveals the work of salvation through Jesus. GISKI North Minahasa applies a common liturgical form, but has a uniqueness in the greeting element, namely using assalamualaikum greeting. This study aimed to explain the understanding of the North Minahasa GISKI congregation about the use of assalamualaikum greeting in their religious meeting liturgy and to describe demographic factors that might explain the tendency of variables. This study used quantitative methods with statistical descriptive analysis techniques. The results showed that demographic factors, which were associated with the variables of age, education, ecclesiastical position and age of membership, contributed significantly to respondents' understanding, while gender did not. It could be concluded that the contextualization of the liturgy got a positive response from the congregation member and hds an impact on strengthening their faith.Abstrak. Secara teologis, liturgi merupakan perayaan dimana Allah menyatakan karya keselamatan melalui Yesus. GISKI Minahasa Utara menerapkan bentuk liturgi yang tidak berbeda, namun memiliki keunikan pada unsur salamnya yaitu menggunakan salam assalamualaikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pemahaman jemaat GISKI Minahasa Utara tentang penggunaan salam assalamualaikum dalam liturgi ibadahnya serta mendeskripsikan faktor-faktor demografi yang sekiranya menjelaskan kecendrungan variabel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisa deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor demografi, yang dikaitkan dengan variabel faktor usia, pendidikan, jabatan gerejawi dan usia keanggotaan, memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman responden, sedangkan faktor jenis kelamin tidak berkontribusi signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kontekstualisasi liturgi mendapatkan sambutan positif umat dan berdampak penguatan keimanan umat.
Edukasi Role Model Ayah Kristen sebagai Pemenuhan Amanat Agung Sance Mariana Tameon; Anggreani Norma Paat; Mandar Tlonaen
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6359

Abstract

Kehadiran seorang ayah secara fisik, psikis, dan spiritual sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Ada banyak anak yang tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah dan kurangnya keteladanan ayah bagi kehidupan anak-anak dalam hal spiritual. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi kaum bapak Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Betania Olbanu mengenai role ayah sebagai pemenuhan Amanat Agung dalam konteks keluarga. Pengabdian tindakan digunakan dalam proses edukasi berfokus menggunakan pengabdian tindakan partisipatori (participatory action research). Kegiatan PkM ini berjalan dengan mengikuti tahap diagnosing (survei awal dengan teknik wawacara), planning, taking actiondan evaluating action (FGD). Hasil dari PkM menunjukkan bahwa pemahaman kaum bapak GMIT Betania Oelbanu mengenai perannya dalam keluarga mengalami peningkatan. Hasil dari FGD menunjukkan bahwa banyak ayah yang bersyukur mendapatkan materi dan mengalami transformasi dalam berpikir sehingga berkomitmen untuk menjadi ayah yang baik bagi anak-anak dengan memberikan contoh dan teladan serta berperan aktif dalam membangun kerohanian keluarga.