Elkana Chrisna Wijaya
Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Tokoh Debora dalam Kitab Hakim-Hakim 4-5: Menjawab Isu Kontemporer Kepemimpinan Wanita Dalam Organisasi Kristen Elkana Chrisna Wijaya
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v2i2.162

Abstract

Abstract. The most dominant issue in contemporary leadership is gender issues. The position of men is considered more special than women. This view has led to the emergence of discriminatory practices against women, not least in the world of Christianity. The views of conservative theologians in relation to the realm of leadership are not so different from the above. The stereotype is often a strong reason for restricting or forbidding women to become leaders. Through this study, the author analyzes some important sections of the text from Judge 4-5 through the character analysis method, to answer the polemic and to the understanding that the effectiveness of a leader is not based on gender. Through this analysis the result is that there is no partiality to one gender in the election of a leader in the midst of God's people.Abstrak. Isu yang paling dominan dalam kepemimpinan kontemporer adalah isu gender. Kedudukan laki-laki dipandang lebih istimewa dibandingkan perempuan. Pandangan tersebut menyebabkan munculnya praktik diskriminasi terhadap kaum perempuan, tidak terkecuali dalam dunia Kekristenan. Pandangan para teolog konservatif sehubungan dengan ranah kepemimpinan, tidak berbeda jauh dengan pandangan tersebut di atas. Stereotype tersebut seringkali menjadi alasan yang kuat untuk membatasi atau melarang wanita untuk menjadi pemimpin. Melalui penelitian ini, penulis menganalisis beberapa bagian teks yang penting dari Kitab Hakim-hakim 4-5 melalui metode analisis tokoh, untuk menjawab polemik tersebut dan pemahaman bahwa keefektifan seorang pemimpin, tidak berdasarkan pada gender. Melalui analisis tersebut diperoleh hasil bahwa tidak ada keberpihakan terhadap satu gender dalam terpilihnya seorang pemimpin di tengah-tengah umat Allah.
Perdebatan Peranan Wanita Dalam Organisasi Kristen: Tinjauan Terhadap Isu Kepemimpinan Kontemporer Elkana Chrisna Wijaya
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 2 (2017): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.281 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i2.70

Abstract

Elkana Chrisna Wijaya, Debate the Role of Women in Christian Organizations: An Overview Of Leadership Contemporary Issues.The debate about the role of women, continues to be the spotlight of various parties,both from the pro to the freedom of women to play a role in world leadership, as well as the counter parties to the problem. Just like the tangled threads that do not biodegrade, without realizing this debate has lasted for more than two decades.A review of the contemporary leadership issues, besides make a point or to understand the pros and cons of the issue, also said the existence and development of the role of women in Christian organizations, particularly in the realm of leadership.The results of such reviews provide an understanding that the effectiveness of a leader is not based on a person's gender.Although it can not provide a solution to the ongoing debate, but hopefully this writing can provide a meaningful contribution to each of the parties.And also can contribute to the Christian organizations in which women play a role widely. Elkana Chrisna Wijaya, Perdebatan Peranan Wanita Dalam Organisasi Kristen:Tinjauan Terhadap Isu Kepemimpinan Kontemporer. Perdebatan mengenai peranan wanita, terus menjadi sorotan dari berbagai pihak, baik dari pihak yang pro terhadap kebebasan wanita untuk berperan dalam dunia kepemimpinan, maupun dengan pihak yang kontra terhadap persoalan tersebut. Bagaikan benang kusut yang tidak kunjung terurai, tanpa disadari perdebatan tersebut telah berlangsung lebih dari dua dekade. Tinjauan terhadap isu kepemimpinan kontemporer ini, di samping mengemukakan pandangan atau paham yang pro dan kontra terhadap isu tersebut, juga menyatakan keberadaan dan perkembangan peranan wanita dalam organisasi Kristen, khususnya dalam ranah kepemimpinan. Hasil daripada tinjauan tersebut memberikan pemahaman bahwa efektif atau tidaknya seorang pemimpin, bukan didasarkan pada gender seseorang. Meskipun tidak dapat memberikan solusi bagi perdebatan yang berlangsung, namun diharapkan penulisan ini dapat memberikan kontribusi yang berartibagi masing-masing pihak. Selain itu, juga dapat memberikan kontribusi bagi organisasi-organisasi Kristen yang di dalamnya para wanita berperan secara luas.
Eksistensi Wanita Dan Sistem Patriarkat Dalam Konteks Budaya Masyarakat Israel Elkana Chrisna Wijaya
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.026 KB) | DOI: 10.34081/fidei.v1i2.11

Abstract

Eksistensi wanita dalam konteks budaya masyarakat Israel.Isu utama dalam pembahasan penelitian ini adalah adanya dugaan yang kuat bahwa budaya atau sistem patriarkat dalam masyarakat Israel memberikan belenggu bagi keberadaan dan keterlibatan kaum wanita Israel pada masa tersebut dalam berbagai bidang. Pemahaman tersebut, menjadi dasar bagi beberapa sarjana Alkitab maupun kelompok tertentu untuk menentang dan memberikan batasan bagi kaum wanita di masa kini untuk berperan secara lebih luas dalam berbagai kegiatan maupun berbagai bidang dalam posisi-posisi strategis, khususnya yang berhubungan dengan dengan kaum pria.Perspektif dan pemikiran tersebut, perlu untuk dikaji kembali, mengingat adanya kemungkinan terjadinya kesalahpahaman atau kekeliruan dalam memahami bagian-bagian Alkitab yang secara khusus berbicara tentang wanita.Itulah sebabnya subyek penelitian perlu untuk mendapat kajian yang lebih serius dari berbagai pandangan atau perspektif para pakar dalam menginterpretasi dan memahami kebenaran Firman Tuhan, sehubungan dengan subyek tersebut.Dengan demikian, diharapkan melalui penelitian ini tidak ada pihak atau golongan, baik wanita maupun pria yang disudutkan kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Pragmatisme Kepemimpinan Debora bagi Kepemimpinan Wanita Kristen di Masa Kini Elkana Chrisna Wijaya
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 4, No 2 (2019): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Desember 2019
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.004 KB) | DOI: 10.52104/harvester.v4i2.17

Abstract

Deborah's Leadership Pragmatism for Today's Christian Women's Leadership. The discussion on women's leadership is a contemporary issue that always brings polemic almost in various fields. The pros and cons of this matter from the beginning until the present remain a hot issue, while the freedom and involvement of women in the world of leadership, both in the spiritual and non-spiritual realms, is increasingly widespread and growing. Conditions and situations, of course, need to get a solution in the form of the contribution of thought, both theological and pragmatic. Conducting research on the subject, using a qualitative methodology, so that not only refers to the biblical texts that are directly related, but also refers to other texts relating to the research subjects, as well as using literature that is closely related to leadership. Thus, it is hoped that the results of this study will enlighten various parties and can be accounted for. Abstrak: Pragmatisme Kepemimpinan Debora bagi Kepemimpinan Wanita Kristen di Masa Kini. Pembahasan mengenai kepemimpinan wanita merupakan isu kontemporer yang senantiasa mendatangkan polemik hampir di berbagai bidang. Pro dan kontra mengenai hal tersebut dari dulu hingga kekinian tetap menjadi isu hangat, sementara kebebasan dan keterlibatan kaum wanita dalam dunia kepemimpinan, baik itu di dunia keagamaan maupun sekular semakin luas dan terus berkembang. Kondisi itu, tentunya perlu mendapatkan solusi dalam bentuk sebut penelitian teologis yang dapat menjadi acuan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pelaksanaan penelitian terhadap subyek tersebut, menggunakan metodologi penelitian kualitatif, sehingga tidak hanya mengacu pada teks Alkitab yang berkaitan langsung, namun juga mengacu pada teks-teks lainnya yang berkaitan dengan subyek penelitian, di samping juga menggunakan literatur-literatur yang berkaitan erat dengan kepemimpinan. Dengan demikian, diharapkan hasil penelitian ini berupa sebuah penelitian Alkitabiah yang dapat memberikan pemecahan masalah dan dapat diaplikasikan dalam kepemimpinan wanita Kristen di masa kini.