Marcho David Pentury
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Folklore Saka Mese Nusa sebagai Basis Teologi Lokal dalam Relasi Komunitas Kristen dan Non-Kristen di Seram Bagian Barat Marcho David Pentury
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v5i1.343

Abstract

Abstract. This article aimed to read local theological folklore for a society. Folklore is arranged to reconcile differences, especially religion, in a pluralistic society. The method used in this study is a qualitative method by conducting empirical research on the appreciation of folklore saka mene nusa of the West Seram community. The result was that when folklore is appreciated and used as material for local theology, it will result in a moral transformation that reaches non-Christian communities. That means theology does not only build relationships with God, but also solidarity with others.Abstrak. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengusulkan folklore sebagai teologi lokal bagi suatu masyarakat. Folklore diyakini dapat mendamaikan perbedaan, khususnya agama, dalam masyarakat yang majemuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan penelitian empiris terhadap penghayatan folklore saka mene nusa masyarakat Seram Bagian Barat. Hasilnya adalah ketika folklore tersebut dihargai dan dijadikan bahan baku teologi lokal, maka hal itu akan menghasilkan transformasi moral yang menjangkau juga komunitas di non-Kristen. Itu artinya teologi tidak hanya membangun relasi kepada Tuhan, namun juga solider dengan sesama.