Thio Christian Sulistio
Sekolah Tinggi Teologi SAAT, Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Konsep Teodise John Calvin dan C. S. Lewis serta Relevansinya terhadap Sikap Fatalistik dalam Menghadapi Covid-19 Thio Christian Sulistio; Esther Gunawan
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i1.489

Abstract

Abstract. The world is currently enduring an epidemic of COVID-19 which causes suffering and pain. Facing the COVID-19 pandemic, Indonesian people have shown various responses. One pupular respond is theological fatalism, which believe that God has determined everything so that human efforts and actions are not necessary. In connection to this, the question arouse whether Christian theology, especially Christian theodicy, which was represented in this paper by John Calvin and C. S. Lewis, fell into fatalism? To answer this question, the writer would compare of the two theodicies by using a literature research. Through this research, it was concluded that neither John Calvin's theodicy nor C. S Lewis's had fallen into theological fatalism. Both emphasized free will and human responsibility in making choices and actions. The right attitude is to submit to the authority of God's word which commands us to act by doing good to others who are suffering and sick.Abstrak. Dunia saat ini sedang dilanda wabah penyakit COVID-19 yang menyebabkan penderitaan dan kesakitan. Berhadapan dengan pandemi COVID-19, manusia Indonesia menunjukkan berbagai respon. Salah satu yang umum adalah fatalisme teologis yakni kepercayaan bahwa Allah sudah menetapkan segala sesuatu sehingga usaha dan perbuatan manusia tidak membuat perbedaan dan dampak di dalam sejarah kehidupan. Berkaitan dengan hal tersebut muncul pertanyaan apakah teologi Kristen, khususnya teodise Kristen, yang diwakili di dalam paper ini oleh John Calvin dan C. S. Lewis jatuh ke dalam fatalisme? Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis akan membandingkan kedua teodise tersebut dengan menggunakan studi pustaka. Melalui penelitian tersebut disimpulkan bahwa baik teodise John Calvin maupun C. S Lewis tidak jatuh ke dalam fatalisme teologis. Kedua-duanya sama-sama menekankan kehendak bebas dan tanggung jawab manusia di dalam melakukan pilihan dan tindakan. Sikap yang tepat adalah tunduk kepada otoritas firman Tuhan yang memerintahkan kita untuk bertindak dengan berbuat baik kepada sesama yang menderita dan sakit.
Peran Roh Kudus dalam Penderitaan Orang Kristen Thio Christian Sulistio
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v7i2.769

Abstract

Abstract. Indonesia is prone to natural disasters and crime. These natural disasters and crimes cause suffering in human life, including the lives of Christians. In the suffering experienced by Christians, the question arises what is the role of the Holy Spirit in this kind of suffering? The author attempts to answer this question by using the literature research method. Through this study it can be concluded that the Holy Spirit plays a role in the entire life of a believer, including in everyday life that is supposed to be profane.Abstrak. Indonesia rawan terhadap bencana alam dan kejahatan. Bencana alam dan kejahatan ini menimbulkan penderitaan di dalam kehidupan manusia termasuk kehidupan orang-orang Kristen. Di dalam penderitaan yang dialami oleh orang Kristen maka muncul pertanyaan apakah peranan dari Roh Kudus dalam penderitaan tersebut? Penulis berupaya untuk menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan metode riset literatur. Melalui kajian ini dapat disimpulkan bahwa Roh Kudus berperan dalam seluruh kehidupan orang percaya sepenuhnya, termasuk dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat profan.
Seberapa Teologiskah Teologi Biblika: Relasi antara Teologi Sistematika dan Teologi Biblika Thio Christian Sulistio
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 6, No 2: Juni 2020 (Print in September)
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v6i2.28

Abstract

The relationship between biblical theology and systematic theology has been seen as separate disciplines nowadays. Biblical theology only looking for what the text of the Bible meant for the first reader meanwhile systematic theology only attempts to find the meaning of the Bible text for today's people. Biblical theology is an objective study meanwhile systematic theology is a study based on the religious belief of the theologians. This paper, through literature research, tries to give a proposal that biblical theology and systematic theology has a close relationship. Both come directly from the Bible that they have a parallel and dialogical relationship.AbstrakRelasi teologi sistematika dan teologi biblika pada masa kini dipandang sebagai dua bidang ilmu yang terpisah. Teologi biblika hanya berupaya mencari apa makna teks pada masa penulis Alkitab sedangkan teologi sistematika hanya berpusat pada menyampaikan makna teks pada masa kini. Teologi biblika adalah studi obyektif sedangkan teologi sistematika adalah studi yang berdasar pengakuan iman seseorang. Paper ini, melalui penelitian literatur yang ada, mencoba mengusulkan bahwa teologi biblika dan teologi sistematika memiliki relasi yang erat dimana keduanya berakar dari Alkitab dan bersifat pararel dan dialogis.