Cecep Eli Kosasih
Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Educational video of the risk on cigarette in increasing knowledge and attitude among "little doctors" at elementary school Cecep Eli Kosasih; Tetti Solehati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1: June 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.993 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i1.231

Abstract

Cigarettes are a big problem in Indonesia. Smoking becomes a habit for adult men, and even extends to children. Children become accustomed to seeing the smoking patterns of adults in their homes. It is risky for children to try smoking. Education in preventing the dangers of smoking can be done in various ways, one of which is using video media. This study aimed to find out the effect of video education on the level of knowledge about the dangers of smoking at the little doctor in elementary school students. A quasi-experimental research design with pre-test and post-test design was used in this study. The study was conducted at Bojong Asih Elementary School, Pasawahan Elementary School, Cangkuang Elementary School, and Leuwi Bandung Elementary School in 2017. The population in this study were all 4-6 grade students totaling 323 people. The sample used was total sampling. Students were given questionnaires before the intervention and then were given education about the dangers of smoking through a video, then given a questioner again to measure the level of knowledge about the dangers of smoking. Data analysis was performed using an analysis of the paired t-test. The result from this study was found that the average level of knowledge before the intervention was 2.6 (SD = 0.86). After the intervention there was a change in the level of knowledge to 2.87 (SD = 0.48). There was an influence of a video media intervention on students' knowledge (p = 0,000). This study found significant differences in the increase in average knowledge before and after the intervention period (p = 0.001). The local government needs support the students, from both the Health Officer and the Education Office as well as sub-district officials, village heads and principals for the sustainability of smoke-free programs in schools by using video as a means of educating students.AbstrakRokok merupakan masalah yang besar di Indonesia yang menjadi kebiasaan bagi pria dewasa, bahkan merambah ke anak anak. Anak menjadi terbiasa melihat pola merokok orang dewasa di rumahnya. Hal ini beresiko pada anak untuk mencoba merokok. Perlu adanya pencegahan bahaya rokok dengan memberdayakan dokter kecil. Edukasi dalam pencegahan bahaya merokok bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan menggunakan media video. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh edukasi video terhadap tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok pada dokter kecil di sekolah. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Penelitian dilakukan di SDN Bojong Asih, SDN Pasawahan, SDN Cangkuang, dan SDN Leuwi Bandung tahun 2017. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh dokter kecil kelas  4-6 berjumlah 12 orang. Sample yang digunakan adalah total sampling. Dokter kecil diberikan quesioner sebelum intervensi kemudian diberikan edukasi tentang bahaya rokok melalui video, kemudian diberikan quisioner kembali untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis uji t dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna rata rata tingkat pengetahuan antara  sebelum dan setelah intervensi pada dokter kecil dari 69 menjadi 89 (p = 0,027). Pada variabel sikap menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna rata rata sikap pengetahuan antara  sebelum dan setelah intervensi pada dokter kecil dari 75 menjadi (p = 0,056).  Edukasi melalui video efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap anak. Perlunya dukungan dari pihak pemerintah daerah setempat baik dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan serta aparat camat, kepala desa, dan kepala sekolah bagi keberlanjutan program bebas rokok di sekolah dengan menggunakan video sebagai sarana edukasi pada siswa dengan memberdayakan dokter kecil dalam program pelaksanaannya.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Bahaya Rokok Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Sekolah Dasar Cecep Eli Kosasih; Tetti Solehati; Mamat Lukman
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/s16e1r58

Abstract

Bahaya rokok merupakan ancaman bagi kehidupan manusia termasuk anak sekolah dasar. Mereka dapat terpapar dari lingkungan, terutama keluarganya yang merokok. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan bahaya rokok pada siswa Sekolah Dasar. Desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Penelitian dilakukan tahun 2017 di SDN Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4- 6 berjumlah 323 orang. Sample yang digunakan adalah total sampling. Semua siswa diberikan quisioner sebelum intervensi untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa, kemudian diberikan penyuluhan tentang bahaya rokok, lalu diberikan quisioner kembali untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok sebelum intervensi 256 (79.3%)siswa berkatagori baik meningkat menjadi 293 (90.7%) siswa berkatagori baik (p=0,000). Penelitian ini juga menemukan bahwa rata-rata sikap sebelum intervensi 253 (78.3%) siswa memiliki sikap mendukung tentang bahaya rokok meningkat menjadi 293 (90.7%) setelah intervensi (p=0,000). Penelitian ini menemukan perbedaan bermakna peningkatan rata-rata pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan setelah periode intervensi (p= 0.000). Berdasarkan hasil penelitian perlu adanya dukungan dari pihak sekolah dan puskesmas bagi keberlanjutan program edukasi kesehatan bahaya rokok di sekolah beserta evaluasinya
Perbandingan GCS dan Four Score dalam Penilaian Kesadaran pada Pasien: a Scoping Review Wulan Puspita Sari; Cecep Eli Kosasih; Etika Emaliyawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18693

Abstract

ABSTRACT Assessing patient consciousness is an important component of medical practice, with the Glasgow Coma Scale (GCS) and the FOUR Score being the most commonly used assessment scales. However, the comparison of these two scales in various medical contexts still raises questions about the advantages and disadvantages of each scale. This study aims to conduct a scoping review of the comparison of the GCS and the FOUR Score in examining patient consciousness. This study uses a scoping review approach. Articles were obtained from three databases, namely PubMed, CINAHL, and Scopus, with keywords related to the GCS and the comparison of the FOUR Score. Inclusion criteria include research articles that compare the two assessment scales. Data analysis was carried out using a qualitative descriptive method. The results of this scoping review identified 6 articles that discussed the comparison of the GCS and the FOUR Score in examining patient consciousness. The variation in research results was influenced by the characteristics of the patient population, the time of evaluation, and differences in research methodology. This shows the importance of understanding the strengths and weaknesses of each assessment scale in the context of clinical practice. The implications of these findings for patient management and recommendations for future research are also discussed. A holistic approach to patient assessment and the need for further research to deepen the understanding of both awareness assessment scales. Keywords: FOUR Score, GCS, Awareness  ABSTRAK Penilaian kesadaran pada pasien merupakan komponen penting dalam praktik medis, dengan Glasgow Coma Scale (GCS) dan FOUR Score merupakan skala penilaian yang umum digunakan. Namun perbandingan kedua skala ini dalam berbagai konteks medis masih menimbulkan pertanyaan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing skala. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan scoping review perbandingan GCS dan FOUR Score dalam pemeriksaan kesadaran pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review. Artikel diperoleh dari tiga database yaitu PubMed, CINAHL, dan Scopus, dengan kata kunci terkait GCS dan perbandingan FOUR Score. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian yang membandingkan dua skala penilaian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil scoping review ini mengidentifikasi 6 artikel yang membahas tentang perbandingan GCS dan FOUR Score dalam pemeriksaan kesadaran pada pasien. Variasi hasil penelitian tersebut dipengaruhi oleh karakteristik populasi pasien, waktu evaluasi, dan perbedaan metodologi penelitian. Hal ini menunjukkan pentingnya memahami kekuatan dan kelemahan setiap skala penilaian dalam konteks praktik klinis. Implikasi dari temuan ini terhadap manajemen pasien dan rekomendasi untuk penelitian di masa depan juga dibahas. Pendekatan holistik terhadap penilaian pasien dan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman tentang kedua skala penilaian kesadaran. Kata Kunci: FOUR Score, GCS, Kesadaran