Eka Santy Abdurahman
Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Kebidanan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN TAMBAHAN PUTIH TELUR TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DERAJAT II PADA IBU NIFAS DI BPM UTIN MULIA TAHUN 2019 Eka Santy Abdurahman; Trivani Eka Putri; Lepita M.Keb
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v6i1.506

Abstract

Percepatan penyembuhan luka jahitan perineum derajat II pada masa nifas sangat diharapkan untuk menghindarkan ibu nifas dari bahaya infeksi yaitu dengan cara penambahkan asupan tinggi protein. Ibu bersalin yang mengalami rupture perineum di Indonesia pada golongan umur 25-30 tahun yaitu 24% sedangkan usia 32-39 tahun sebesar 62%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh konsumsi tambahan putih telur  terhadap percepatan penyembuhan luka perenium derajat II pada ibu nifas di PMB Utin Mulia Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Data diambil dari register persalinan di ruang bersalin PMB Utin Mulia, jumlah sampel 20 ibu melahirkan spontan dengan luka jahitan perineum derajat II (10 responden  kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling).  Hasil uji Chi Square didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,010 (p= < 0,05) sehingga hipotesis penelitian diterima yang artinya ada hubungan bermakna antara pemberian putih telur dengan penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas di PMB Utin Mulia Kota Pontianak.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMA KOTA PONTIANAK Eka Santy Abdurahman
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.798 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i1.475

Abstract

Latar belakang : Kesehatan reproduksi dan seksualitas di masyarakat masih dianggap tabu untuk dibicarakan. Perilaku seks bebas biasanya terjadi pada remaja karena kondisi emosionalnya masih labil dan rentan terhadap pengaruh apa pun, serta dikhawatirkan belum memiliki keterampilan hidup (life skills) yang memadai, sehingga berisiko memiliki perilaku pacaran yang tidak sehat, seperti melakukan hubungan seks bebas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prilaku seks bebas pada remaja di SMA Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei (survey research) dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik  random sampling dan jumlah sampel 91 responden. Analisis data menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil : dalam penelitian ini didapatkan hasil pengetahuan tidak berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 0,061 > 0,05), sikap terhadap perilaku seks pranikah tidak berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 0,222 > 0,05), media tidak berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 1,000 > 0,05), teman sebaya berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 0,005 < 0,05), dan peran orangtua tidak berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 1,000 > 0,05).Pembahasan : menunjukkan bahwa teman sebaya yang memiliki banyak pengaruh terhadap perilaku seks bebas yang beresiko sebanyak 39 orang (70,9%), dan pengaruh teman sebaya berhubungan dengan perilaku seks bebas pada remaja (pvalue= 0,005 < 0,05). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Amalia (2015) yang didapatkan hasil bahwa perilaku teman dekat dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Menurut Intan (2012), teman dapat mempengaruhi perilaku karena teman merupakan bagian dari komunikasi sosial yang turut serta membentuk perkembangan pribadi seseorang, setelah komunitas keluarga. Menurut Eny (2011), bergaul dengan siapa dan apa yang dilakukan menjadi salah satu pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan seks bebas, berkumpul dengan teman-teman seperti apa dan dalam lingkungan pergaulan macam apa akan membawa efek bagi si anak itu sendiri, sehingga memilih teman menjadi salah satu pertimbangan yang harus di pikirkan dengan baik. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh teman sebaya dan tidak ada pengaruh siknifikan dengan pengetahuan, sikap, media dan peran orang tua terhadap perilaku seks bebas pada remaja di SMA Kota Pontianak.Saran : Penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk membentuk Peer conselor sebaya yang sebelumnya pernah ada karena pengaruh teman sebaya berpengaruh terhadap prilaku remaja dan penetapan kurikulum pendidikan seksualitas yang komprehensif sehingga remaja dapat lebih memahami ilmu yang dimiliki secara keseluruhan dan tidak setengah-setengah serta bisa mengambil pilihan-pilihan yang bertanggung jawab bagi dirinya sendiri.Â