Oman Rokhman
Sekolah Tinggi Kesehatan Bina Putra Bajar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SANITASI TOTAL DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR III KOTA BANJAR TAHUN 2017 Oman Rokhman
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan dan penyebab kematian pada balita. Sanitasi lingkungan yang kurang mendukung dapat menyebabkan tingginya angka kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi total dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Banjar III Kota Banjar Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan rancangan Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang mempunyai balita dan pernah menderita penyakit diare pada periode Juni – Desember 2017 dengan populasi 328 orang. Pemilihan sampel dengan simple random sampling menghasilkan sampel sebanyak 60 orang. Uji statistic menggunakan Chi Square dengan bantuan software komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara sumber air minum (p=0,001), kepemilikan jamban (p=0,018), jenis lantai rumah (p=0,036) dengan kejadian diare pada balita dan tidak ada hubungan antara kualitas fisik air bersih (p=0,307) dengan kejadian diare pada balita.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TUBERKULOSIS PARU DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS LANGENSARI 2 KOTA BANJAR Oman Rokhman
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis Paru sampai saat ini masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat dan secara global masih menjadi isu kesehatan global di semua negara. Faktor penunjang kepatuhan berobat adalah pengetahuan, rendahnya faktor pengetahuan memberi gambaran terhadap ketidak tahuan akan informasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan terutama penyakit tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Tuberkulosis Paru dengan kepatuhan berobat pada pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Langensari 2 Kota Banjar.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional menggunakan rancangan hubungan atau asosiasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Pasien TB paru BTA (+) periode 6 bulan terakhir di Puskesmas Langensari 2 Kota Banjar sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Dari hasil analisa univariat sebesar (57.5%) memiliki pengetahuan baik, sebesar (30.0%) pengetahuan cukup, dan sebesar (12.5%) pengetahuan kurang. Dari aspek kepatuhan berobat menunjukkan bahwa sebesar (65.0%) patuh dalam pengobatan Tuberkulosis Paru, dan sebesar (35.0%) tidak patuh dalam pengobatan tuberkulosis paru. Sedangkan dari analisis bivariat bahwa dari 23 responden yang berpengetahuan baik lebih banyak yang kepatuhan berobatnya patuh yaitu sebanyak 23 orang (88.5%) dengan hasil p-value sebesar 0,000.Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien Tuberkulosis Paru dengan kepatuhan berobat. Saran bagi penderita diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara minum obat dengan waktu yang benar dan lebih patuh lagi dalam menjalani pengobatan penyakit tuberkulosis paru sampai tuntas selama 6 bulan serta lebih mengetahui jenis-jenis obat tuberkulosis paru.