I Nengah Widiarsa
SDN Amertasari Sulawesi Tenggara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Diskusi I Nengah Widiarsa
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 03 (2020): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.408 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v1i3.37

Abstract

Masih banyak mata pelajaran yang belum sepenuhnya dikuasai siswa sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan, SD Negeri Amertasari di kelas IV terutama dalam mata pelajaran PKn tentang sistem pemerintahan desa dan kecamatan dengan penguasaan materi masih rendah, hal ini dapat dilihat dari rata-rata pencapaian nilai ketuntasan dengan tingkat ketuntasan 8%. Dari jumlah 31 siswa yang mendapat nilai lebih dari 75 hanya 6 siswa. Tujuan Penelitian Ini Adalah Adalah Mendeskripsikan dan Menganalisis Pengaruh Penerapan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Pkn Terutama Materi Sistem Pemerintahan Desa Dan Kecamatan. Aktivitas siswa mengalami peningkatan sesuai skor rata-rata nilai siklus I  2,58 dengan kategori cukup menjadi 3,07 pada siklus II dengan kategori baik. Adapun aktivitas guru pada tabel 4.4, siklus I skor 2,31 dengan kategori cukup menjadi 3,14 dengan kategori baik pada siklus II. Hasil belajar siswa pada pelajaran PKn siklus I dan II mengalami peningkatan yaitu rata-rata skor siklus I  67,4 menjadi 81,3 pada siklus II. Dari olah data siklus I jumlah siswa yang tuntas 16 atau 47,6%  mengalami peningkatan pada siklus II  berjumlah 32 atau 94,12%. Prosentase Keberhasilan Belajar siswa berada pada rentang ≥ 80% dengan kriteria sangat tinggi dan Pencapaian Tujuan  Belajar siswa pada rentang 85 – 100 % dengan kriteria berhasil dengan sangat baik (A). Penggunaan Metode diskusi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena siswa terlibat langsung dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari keantusiasan siswa dalam diskusi. Demikian pula Penggunaan media pembelajaran akan membuat kegiatan belajar mengajar lebih menarik. Sehingga akan mendorong minat siswa untuk belajar sehingga dapat meningkatkan penguasaan materi pelajaran
Keefektifan Model PBL Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Tahun Pelajaran 2017/2018 I Nengah Widiarsa
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 04 (2020): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.179 KB) | DOI: 10.59141/japendi.v1i04.53

Abstract

IPA merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Berdasarkan pengamatan di SD Negeri Amertasari, diketahui bahwa saat pembelajaran guru belum mengoptimalkan pembelajaran yang inovatif khususnya pada pembelajaran IPA. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga keaktifan siswa dalam berdiskusi menjadi rendah. Implementasi model Problem Based Learning dapat mengaktifkan siswa karena siswa dapat melaksanakan diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui keefektifan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Amertasari.; (2) mengetaui tingkat aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan model Problem Based Learning di kelas V SD Negeri Amertasari. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan adalah Quasi-Experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling, Kelas VA sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan SDN Kelas VB sebanyak 35 siswa sebagai kelas kontrol. Penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah model Problem Based Learning, dan variabel terikat adalah hasil belajar IPA dan aktivitas siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari dokumentasi, tes dan observasi. Analisis data menggunakan uji Chikuadrat, uji Bartlett, uji kesamaan rata- rata pretest menggunakan uji t dua pihak, uji hipotesis mengunakan uji t dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) adanya perbedaan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dibuktian dengan uji t. hasil uji menujukkan nilai ttabel = 2,03 < thitung= 10,814. Kemudian skor gain yang diperoleh kelas eksperimen sebesar 0,41 (sedang) sedangkan kelas kontrol sebesar 0,27 (rendah); 2) Aktivitas siswa pada kelas eksperimen pada pertemuan 1 mencapai 4,17%, pertemuan 2 sebesar 68,81%, pertemuan 3 sebesar 70,24% dan pertemun 4 sebesar 76,19%. Sehingga rata-rata aktivitas siswa mencapai 68,9%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1) model Problem Based Learning efektif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V; 2) aktivitas siswa kelas eksperimen meningkat dari pertemuan pertama hingga pertemuan keempat dengan rata-rata mencapai 68,9%. Saran: guru seharusnya menggunakan model yang inovatif dalam setiap pembelajaran salah satunya model PBL, siswa hendaknya antusias dalam pembelajaran, sekolah hendaknya mempersiapkan media dan bahan ajar yang sesuai dengan pembelajaran