This Author published in this journals
All Journal Mahasiswa S2 PAH
Ni Wayan Sumiyantari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBIASAAN PADA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SLB/C KEMALA BHAYANGKARI TABANAN DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA Sumiyantari, Ni Wayan
Mahasiswa S2 PAH Vol 1, No 1 (2013): E-Journal S2 Dharma Acarya
Publisher : Mahasiswa S2 PAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Penyelenggaraan pembelajaran agama Hindu di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan berbeda dengan sekolah umum lainnya karena tidak menekankan pada pemahaman materi pelajaran tetapi lebih menekankan pada proses pembiasaan. Fenomena yang terjadi di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan adalah model pembiasaan dikembangkan pada pembelajaran agama Hindu di seluruh jenjang pendidikan SLB/C karena kondisi siswa yang mengalami keterbelakangan mental sehingga pada jenjang SMPLB dan SMALB tidak bisa dikembangkan model penguatan seperti sebagaimana mestinya pada sekolah umum. Persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran agama Hindu di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan adalah rendahnya minat siswa dalam belajar. Tingkat intelegensi siswa tunagrahita yang dibawah rata-rata menyebabkan siswa menemui berbagai kendala dalam belajarnya. Berbagai kendala yang dihadapi siswa dalam belajar berdampak pada rendahnya minat belajar siswa.Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Mengapa model pembiasaan perlu dikembangkan pada pembelajaran agama Hindu di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan dalam menumbuhkan minat belajar siswa?, (2) Faktor-faktor apa yang menjadi penghambat dalam pengembangan model pembiasaan di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan dalam menumbuhkan minat belajar siswa?, dan (3) Upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan dalam pengembangan model pembiasaan di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan dalam menumbuhkan minat belajar siswa?.Permasalahan di atas akan dikaji dengan menggunakan beberapa teori yaitu teori perkembangan kognitif Piaget, teori belajar Bruner, dan teori behaviorisme. Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode di atas, model pembiasaan dikembangkan pada pembelajaran agama Hindu di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan disebabkan oleh kondisi siswa yang mengalami keterbelakangan mental sehingga guru tidak dapat menerapkan model pembelajaran yang diterapkan pada umumnya tetapi harus mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Pembelajaran agama Hindu tidak berpedoman pada kurikulum karena isi kurikulum yang lebih menekankan pada aspek kognitif tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa tunagrahita. Model pembiasaan yang dikembangkan dalam pembelajaran agama Hindu yaitu model pembelajaran individual dan model pembelajaran  langsung.  Minat  belajar  siswa  dalam  pembelajaran  agama Hindu tergolong rendah. Adapun upaya guru dalam meningkatkan minat belajar siswa adalah dengan merancang pembelajaran yang menyenangkan dan memberikan motivasi kepada siswa.Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pengembangan model pembiasaan pada pembelajaran agama Hindu di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan dalam meningkatkan minat belajar siswa antara lain faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern meliputi faktor jasmani dan faktor psikologis, sedangkan faktor ektern meliputi keluarga, sekolah, guru, dan pemerintah. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan dalam pengembangan model pembiasaan pada pembelajaran agama Hindu di SLB/C Kemala Bhayangkari Tabanan dalam meningkatkan minat belajar siswa antara lain upaya oleh pihak sekolah yaitu menambah media pembelajaran serta meningkatkan disiplin sekolah. Upaya yang dilakukan oleh guru antara lain : (1) guru sebagai teladan yang baik, (2) membangkitkan motivasi belajar siswa, (3) menggunakan aneka ragam sumber belajar yang menarik minat belajar siswa, (4) guru belajar memahami cara membimbing anak tunagrahita. Upaya yang dilakukan oleh keluarga yaitu dengan mengajak anak melakukan terapi dan memberikan latihan-latihan awal kepada anak tunagrahita Upaya yang dilakukan oleh Yayasan Kemala Bhayangkari yaitu dengan mengadakan sosialisasi-sosialisasi mengenai anak tunagrahita.Kata  kunci  :  model  pembiasaan,  pembelajaran  agama  Hindu,  SLB/C  Kemala Bhayangkari, minat belajar siswa2