Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Konstuksi Precast Segmental Balanced Cantilever (Studi Kasus Jalan Layang Pasupati - Bandung) Sugito Liono
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v5i2.1318

Abstract

Metode konstruksi precast segmental balanced cantilever, sebuah metode konstruksi yang dapatdipertimbangkan dalam pembangunan jalan layang atau jembatan. Dengan memanfaatkan efekkantilever seimbangnya maka struktur dapat berdiri sendiri tanpa diperlukannya sokongan lain sepertiperancah yang diletakkan di bawah jembatan, pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan dari bagian atasstruktur. Dengan penggunaan metode tersebut maka seluruh aktivitas pembangunan tidak akanmengganggu kegiatan di bawahnya, seperti pembangunan jalan layang maka lalu lintas di bawah tidakakan terganggu, atau pembangunan jembatan di laut maka tidak ada pilihan pembangunan harusdilakukan dari atas struktur. Teknologi metode balanced cantilever sudah banyak digunakan untukpembangunan jembatan-jembatan di luar negeri, untuk di Indonesia diterapkan di proyekpembangunan jalan layang PASUPATI Bandung. Metode balanced cantilever mempunyaikeuntungan seperti tidak diperlukannya perancah, pembangunan dapat dilakukan dari bagian atasstruktur, tetapi di samping itu perlu dipertimbangkan juga nilai investasi yang cukup mahal untuk alatalatberat yang digunakan seperti launching gantry, pembangunan lahan casting yard dan pengadaanlow bed trailer yang butuh desain khusus sehingga manuvernya sanggup untuk semua kondisi medanyang digunakan.
Pendetailan Tulangan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Sesuai dengan SNI 03-2847-2002 Sugito Liono
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v7i1.1338

Abstract

Secara umum perencanaan struktur meliputi tiga proses utama yaitu proses analisis struktur, desainpenampang dan pendetailan tulangan, analisis struktur menghasilkan gaya-gaya dalam, desainpenampang menghasilkan penampang komponen struktur dengan jumlah baja tulangannya danpendetailan menghasilkan detail-detail angkur, sambungan, lokasi sengkang-sengkang, jaraksengkang, tulangan ikat dll. Proses analisis dan desain yang baik akan menghasilkan sebuahpenampang struktur yang proporsional dalam hal kekuatan, kemudahan pelaksanaan, biaya dll,tetapi untuk menghasilkan produk struktur yang baik harus diterapkan detail tulangan yang baikpula, tanpa pendetailan yang baik struktur tidak akan mampu menjaga kekuatannya terutama saatmengalami pergerakan akibat gempa. Beban gempa adalah beban yang bersifat bolak-balik, hanyadengan pendetailan tulangan yang baik maka struktur mampu berdeformasi diatas titik lelehnyasehingga mampu mengembangkan daktilitas yang dimilikinya dengan maksimal. SNI-03-2847-2002 sudah menyediakan ketentuan-ketentuan detail tulangan baik untuk struktur tahan gempamaupun untuk struktur biasa, untuk struktur tahan gempa SNI tersebut menyediakan dua tipependetailan yaitu untuk SRPMM dan SRPMK dimana keduanya dibedakan dari tingkat daktilitasyang dimiliki oleh struktur tersebut.