Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL PERMAINAN TRADISIONAL CUBLAK-CUBLAK SUWENG SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL DAN MORAL ANAK USIA DINI Irfan Haris
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 1 No 1 (2016): AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v1i1.1204

Abstract

Perkembangan teknologi sekarang ini sudah begitu berkembang pesat, apalagi di lingkungan perkotaan, anak – anak sudah dapat merasakan efek dari kemajuan teknologi yang mutakhir ini. Kebudayaan mereka saat ini adalah bermain dengan menggunakan alat – alat hasil perkembangan teknologi. Permainan mereka menggunakan, gadget, play station, dan yang mulai marak adalah game online. Ini yang perlu diresahkan para orang tua, mungkin sebagian orang tua menganggap dengan menggunakan kecanggihan teknologi tersebut dalam pertumbuhannya anak akan berkembang kecerdasannya. Tapi sebenarnya anak – anak adalah masa dimana semua neuron diotaknya mulai berkembang dengan pesat, dan tubuhnya pun mengalami pertumbuhan yang amat pesat pula. Pada masa itu, anak dipenuhi dengan rasa keingintahuan yang tinggi. Oleh sebab itu, lebih baik jika anak – anak dikenalkan dengan jenis – jenis permaianan trasdisional. Peran penting masyarakat dalam permainan tradisional, perlu kita kembangkan demi ketahanan budaya bangsa, karena kita menyadari bahwa kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur bagi bangsa Indonesia, untuk diketahui dan dihayati tata cara kehidupannya sejak dahulu. Permainan Tradisional cublak-cublak suweng merupakan permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Sejarah permainan ini, kaitannya dengan penciptaan lagu cublak-cublak suweng, berasal dari Walisongo, tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Permainan tradisional cublak-cubak suweng dapat digunakan sebagai media untuk mengembangkan kemampuan moral anak usia dini. hal ini dapat dilihat dari makna yang terkandung dalam permainan cublak-cubak suweng bahwa mencari harta, kedudukan, dan jabatan janganlah menuruti hawa nafsu tetapi semuanya kembali ke hati nurani yang bersih, dengan hati nurani akan lebih mudah menemukan apa keinginan yang dicari, tidak tersesat jalan hingga lupa akan akhirat. Sedangkan pengembangan sosial anak dari perminan ini dapat dilihat dari manfaat anak dalam: berinteraksi dan bersosialisasi dengan temannya serta membangun sportvitas anak ketika mendapat giliran bermain, anak harus menerimanya.Kata Kunci: Permainan Tradisional, Moral, Sosial.
Habituasi Religius dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Studi Kualitatif di Raudlatul Athfal Muslimat Al-Utsmani Irfan Haris; Ulwi Albab
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious character education in early childhood plays a strategic role in establishing children’s faith, moral values, and social behavior during the golden age of development. However, the implementation of religious character education in early childhood institutions often remains normative and lacks in-depth analysis of daily religious habituation practices. This study aims to analyze the process of instilling religious character values in early childhood through religious habituation activities in Class B of RA Muslimat Al-Utsmani. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects included classroom teachers, the head of the institution, and students as supporting informants. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with source and technique triangulation to ensure data validity. The findings indicate that religious character values are systematically cultivated through prayer routines, religious content reviews, congregational dhuha prayer practices, teacher role modeling, and the integration of religious values into academic learning. These habituation practices positively contribute to children’s religious attitudes, discipline, orderliness, and learning readiness. This study highlights that structured and continuous religious habituation serves as an effective strategy for religious character education in Islamic early childhood education institutions