Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AN ANALYSIS OF BARACK OBAMA’S SPEECH ACT OVER THE CONFLICT IN SYRIA AND LOOMING FEDERAL GOVERNMENT SHUTDOWN Agus Wardhono; Mukhlis Purnama Hadi
DIDAKTIKA Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.374 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan menggambarkan fenomena speech acts yang digunakan oleh Barrack Obama ketika berada di The White House tanggal 27September 2013 mengenai konflik di Syria dan penutupan pemerintah federal. permasalahan penelitian ini adalah bagaimana speech act digunakan oleh Obama serta fungsi setiap ucapannya. Metode kualitatif deskriptif (konten analisis) digunakan untuk melaksanakan penelitian ini. data diambil dari transkrip perkataan Obama dalam konflik di Syria dan penutupan pemerintah federal di White House pada tanggal 27 September 2013. Dalam menganalisa data, setiap ucapan diidentifikasi dengan menganalisa berdasarkan pada aspek-aspek linguistik. Setiap ucapan diidentifikasi dengan menganalisa tipe bentuk dan arti ucapan dan mengumpulkan data komunikasi secara obyektif, sistematis, dan deskriptif. Berdasarkan hasil penemuan, speech act digunakan oleh Barrack Obama bisa dijabarkan berikut ini: pertama, peneliti tidak menemukan yang terdeklarasi. Bahkan, ucapan Obama kebanyakan dalam bentuk tegas (representatif), peringkat berikut termasuk dalam komisif, direktif dan ekspresif. Pada waktu yang sama, fungsi ucapan lebih tergolong pada kolaboratif. Sedangkan posisi berikut termasuk dalam konfifial (ramah) dan kemudian kompetitif. Penelitian ini memberikan saran terhadap peneliti selanjutnya untuk menganalisa percakapan, debat atau dialog yang sejenis yang bertujuan untuk menginvestigasi teori speech act. Walaupun banyak bidang dalam pragmatik seperti strategi kesopanan, implikatur, dan deixis (pilhan kata).
Intensi Migrasi Nasabah Emerging HNWI Pasca Pergantian Relationship Manager pada Perbankan Non-Metropolitan Mukhlis Purnama Hadi
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jmbe-itb.v4i3.4453

Abstract

Banks' Relationship Manager (RM) rotation policies conceal a retention risk: premium customers loyal to individual RMs may migrate following replacement triggered by relational disruption, not service failure. This conceptual study builds a theoretical framework explaining Emerging HNWI customer migration intention following RM turnover, integrating three antecedents adapted from the Service Provider Switching Model (SPSM): Relational Embeddedness (RE) as a mooring factor, Relational Trust toward the former RM (RT) as a paradoxical push factor through the Relational Loss Effect mechanism, and Community-Validated Trust (CVT) as the primary migration inhibitor. CVT is conceptualized as trust formed prior to direct interaction through personal communal validation distinct from reputation trust, social trust, swift trust, and social proof. Three boundary conditions of CVT are explicitly identified for testability and cross-context comparison. Primary contributions: (1) CVT as a SPSM extension for relational disruption contexts; (2) Relational Loss Effect bridging trust theory and paradoxical migration behavior.