Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEK KONDISI INISIAL KADAR AIR TERHADAP KADAR AIR OPTIMUM DAN KEPADATAN KERING MAKSIMUM PADA TANAH BUTIR HALUS TERKOMPAKSI Andrias Suhendra Nugraha
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11660

Abstract

Kompaksi adalah proses pemadatan tanah dengan menggunakan energi mekanik yang dipengaruhi oleh modifikasi kadar air untuk meningkatkan kekuatan (strength) dari suatu tanah yang digunakan sebagai pavement subgrade. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh kondisi inisial dari kadar air terhadap kadar air optimum (OMC) dan kepadatan kering maksimum (MDD) dari tanah berbutir halus terkompaksi di laboratorium. Tanah uji yang digunakan pada penelitian ini berasal dari dua lokasi di Jawa Barat yaitu: area Lembang – Bandung dan area Gn. Salak – Bogor. Uji kompaksi menggunakan energi kompaksi standard Proctor yang mengacu pada standar ASTM D 698. Terdapat dua kondisi inisial untuk kadar air dari tanah uji yaitu; kondisi air dried dan kondisi natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Lembang maupun tanah Gn. Salak diklasifikasikan sebagai tanah berbutir halus dengan kadar air natural tinggi. Pada kondisi inisial kadar air air dried, walaupun memiliki perbedaan nilai OMC sebesar 15% (54% untuk tanah Lembang dan 39% untuk tanah Gn. Salak), tetapi nilai MDD untuk kedua tanah hampir sama yaitu 1.00 t/m3 untuk tanah Lembang dan 1.07 t/m3 untuk tanah Gn. Salak. Pada kondisi inisial kadar air natural, OMC dan MDD untuk tanah Lembang dan tanah Gn. Salak sulit untuk ditentukan karena tidak diperolehnya titik puncak dari kurva kompaksi.
Efek Pengurangan Dimensi Mold terhadap Nilai CBR-Unsoaked Material Crushed Limestone Pangandaran Andrias Suhendra Nugraha; Ahmad Fauzi Iqbal
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v15i1.1857

Abstract

California Bearing Ratio (CBR) adalah salah satu parameter geoteknik yang digunakan padadesain konstruksi jalan. Nilai CBR dapat diperoleh baik dari hasil pengujian material dilaboratorium maupun di lapangan. Pada pelaksanaan uji CBR di laboratorium, dibutuhkan volumematerial uji yang cukup besar sehingga membutuhkan biaya yang mahal. Untuk mengurangi biayadan kebutuhan material uji tersebut maka diperlukan suatu upaya untuk melakukan penelitianterhadap uji CBR laboratorium dengan menggunakan mold (cetakan) uji berdiameter lebih kecil(non-standard) dari mold standard untuk uji CBR.Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efek pengurangan dimensi mold terhadap nilai CBRunsoakedmaterial crushed limestone. Material uji berasal dari daerah Pangandaran, Jawa Barat.Diameter mold uji non-standard yang digunakan untuk uji CBR antara lain adalah: 10,06cm (moldstandard Proctor), 7,94cm (mold non-standard A), 4,96cm (mold non-standard B). Ukurandiameter piston ~ 1/3 ukuran diameter mold.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio pengurangan diameter mold berbanding terbalik denganrasio peningkatan nilai CBR-unsoaked. Rasio pengurangan dimensi mold uji non-standardterhadap dimensi mold uji CBR standard berturut-turut adalah; 0,66 (atau ~ 2/3) untuk moldstandard proctor, 0,52 (atau ~ 1/2) untuk mold non-standard A, dan 0,33 (atau ~ 1/3) untuk moldnon-standard B. Rasio peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR)-unsoaked dengan molduji non-standard terhadap nilai CBR-unsoaked dengan mold uji CBR standard beturut-turutadalah; 1,67 (atau ~ 3/2) untuk uji dengan mold standard Proctor, 2,04 (atau ~ 2/1) untuk ujidengan mold non-standard A, dan 3,08 (atau ~ 3/1) untuk uji dengan mold non-standard B.
PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN LERENG TERHADAP ANGKA STABILITAS LERENG TANAH KOHESIF BERDASARKAN KURVA TAYLOR DAN SOFTWARE GEO5 Andrias Suhendra Nugraha; Adi Kurniawan Sutanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v15i2.1958

Abstract

Perkembangan software dalam bidang geoteknik khususnya pada analisis stabilitas lereng akan mempermudah analisis dan juga memberikan tingkat akurasi analisis yang lebih baik dari metode konvensional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut kemiringan lereng (?) terhadap angka stabilitas (Ns) pada lereng tanah kohesif homogen berdasarkan kurva Taylor dan analisis output software Geo5. Jenis tanah kohesif pada lereng adalah lempung dengan konsistensi medium (medium clay). Sudut kemiringan lereng (?) yang ditinjau lebih kecil dari 53°. Hasil studi menunjukkan bahwa salah satu keunggulan analisis stabilitas lereng dengan software Geo5 adalah dapat memberikan informasi mengenai lokasi slip circle atau circular slip surface, dimana hal ini tidak dapat diperoleh dari kurva Taylor. Sudut kemiringan lereng semakin besar, maka angka stabilitas semakin besar untuk setiap faktor kedalaman (Df) yang sama. Hal tersebut berlaku untuk analisis berdasarkan kurva Taylor maupun berdasarkan software Geo5. Selisih absolute angka stabilitas berdasarkan kurva Taylor terhadap hasil analisis software Geo5, berkisar antara 0.17% hingga 3.08% untuk kondisi faktor jarak (n) antara 0 hingga 3. Angka stabilitas dipengaruhi juga oleh faktor kedalaman, dimana angka stabilitas akan meningkat seiring dengan meningkatkan faktor kedalaman.
PENGARUH ENERGI PEMADATAN DI LABORATORIUM TERHADAP PARAMETER KOMPAKSI MATERIAL CRUSHED LIMESTONE PADALARANG Andrias Suhendra Nugraha; Jimmy Glorius Dwi Saputra
Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v16i1.2496

Abstract

Pelaksanaan konstruksi timbunan jalan (road embankment) merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan kajian geoteknik. Kajian geoteknik dilakukan terhadap material timbunan (fill material) yang akan digunakan pada saat tahapan pemadatan (kompaksi) di lapangan. Evaluasi terhadap hasil suatu proses kompaksi mengacu terhadap parameter kompaksi dari fill material yang telah disyaratkan oleh spesifikasi desain. Parameter kompaksi tersebut antara lain adalah kadar air optimum (optimum moisture content, wopt) dan berat isi kering maksimum (maximum dry density, ?dry max). Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi pengaruh energi pemadatan di laboratorium terhadap parameter kompaksi material crushed limestone yang berasal dari daerah Padalarang, Jawa Barat. Terdapat 4 (empat) variasi energi pemadatan (E) yang ditinjau pada studi ini yaitu : 605 kN.m/m3 (energi standard Proctor, E1); 1.4 E1; 2.2 E1 dan 3.0 E1. Keseluruhan uji kompaksi di laboratorium menggunakan mold dan rammer untuk standard Proctor test (ASTM D 698). Hasil studi menunjukkan bahwa peningkatan energi pemadatan untuk kompaksi di laboratorium sebesar 3 kali energi pemadatan standard Proctor, hanya menghasilkan kenaikan gdry max sebesar 5% dan merubah nilai wopt sebesar 3%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan energi pemadatan di laboratorium tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai gdry max maupun wopt , untuk kondisi crushed limestone bergradasi buruk (poorly graded) dengan rentang ukuran butir 0.85mm – 4.75mm.