Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENENTUAN TEMPERATUR OPERASIONAL “ROD HANGER TUBE HEATER” AGAR MENCAPAI UMUR OPERASI DESAIN Sunandrio, Hadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.911 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2238

Abstract

Rod Hanger Tube Heater yang sudah beroperasi sekitar ± 7 bulan akan tetapibelum dilengkapi dengan best practice berapa lama MTBF (Mean Time BetweenFailure) atau Life Time nya. Oleh karena itu dibutuhkan pengujian untukmengetahui berapa sebenarnya Life Time dari Rod Hanger, yang nantinya akanmenjadi acuan MTBF dari Rod Hanger tersebut. Pada tulisan ini akan disajikansuatu hasil pengujian mulur (creep test) dari Rod Hanger, yang kemudiandiekstrapolasi sehingga akan menghasilkan grafik LMP vs tegangan, yangmerupakan kombinasi tiga parameter yaitu waktu (time to rupture), logaritmategangan dan suhu operasi menjadi satu kurva yang disebut Kurva MasterLarson-Miller Parameter (LMP Master Curve). Selanjutnya parameter ini dapatdigunakan untuk menghitung umur pakai Rod Hanger yang dioperasikan padasuhu tinggi, dengan menggunakan persamaan Larson-Miller Parameter (LMP)
SERANGAN KOROSI SUMURAN (PITTING CORROSION) PADA PIPA ROLL BEARING DISTRIBUSI hadi sunandrio; Laili Novita Sari
Jurnal Material Komponen dan Konstruksi Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mkk.v11i2.556

Abstract

Dalam instalasi explorasi minyak, peralatan yang digunakan untuk menyalurkan minyak mentah dari sumur minyak ke tangki - tangki penampungan melalui pipa distribusi. Dimana untuk membagi ke masing-masing tanki penampungan pada pipa distribusi unit penyaluran minyak yang dibuat dapatberputar dengan menggunakan roll bearing.Pada penelitian ini telah diamati kerusakan yang terjadi pada disuatu instalasi explorasi minyak yang mengakibatkan kebocoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kerusakan pada roll bearing karena adanyaserangan korosi sumuran . Pada bagian dalam bearing pada kondisi beroperasi selalu bersentuhan langsung dengan cairan / minyak secara terus menerus yang mengandung air danelemen-elemen yang bersifat korosif. Dalam keadaan demikian maka clearence pada bearing akan membesar dan pada akhirnya akan timbul kebocoran. Pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan terhadap roll bearing, meliputi :pemeriksaan fraktografi dan metalografi, uji kekerasan, analisa komposisi kimia, serta pemeriksaan dengan SEM dan EDAX. Data dari hasil pemeriksaan dan pengujian tersebut kemudian di analisa untuk mengetahui penyebab terjadinya kebocoran pada roll bearing tersebut.
PENENTUAN TEMPERATUR OPERASIONAL “ROD HANGER TUBE HEATER” AGAR MENCAPAI UMUR OPERASI DESAIN Hadi Sunandrio
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2238

Abstract

Rod Hanger Tube Heater yang sudah beroperasi sekitar ± 7 bulan akan tetapibelum dilengkapi dengan best practice berapa lama MTBF (Mean Time BetweenFailure) atau Life Time nya. Oleh karena itu dibutuhkan pengujian untukmengetahui berapa sebenarnya Life Time dari Rod Hanger, yang nantinya akanmenjadi acuan MTBF dari Rod Hanger tersebut. Pada tulisan ini akan disajikansuatu hasil pengujian mulur (creep test) dari Rod Hanger, yang kemudiandiekstrapolasi sehingga akan menghasilkan grafik LMP vs tegangan, yangmerupakan kombinasi tiga parameter yaitu waktu (time to rupture), logaritmategangan dan suhu operasi menjadi satu kurva yang disebut Kurva MasterLarson-Miller Parameter (LMP Master Curve). Selanjutnya parameter ini dapatdigunakan untuk menghitung umur pakai Rod Hanger yang dioperasikan padasuhu tinggi, dengan menggunakan persamaan Larson-Miller Parameter (LMP)
ANALISIS KERUSAKAN TUBE THERMOCOUPLE PADA REAKTOR HYDROCRACKING DI KILANG PENGOLAHAN MINYAK BUMI Hadi Sunandrio
Metalurgi Vol 29, No 2 (2014): Metalurgi Vol.29 No.2 Agustus 2014
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.79 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i2.283

Abstract

Analisa Kegagalan pada Patahnya Sambungan Las dalam Sistem Instrumentasi Katup Pengaman Tekanan Kerja Cempaka Kusuma, Gilang; Sari, Laili Novita; Sunandrio, Hadi
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i3.51347

Abstract

Analisa kerusakan dilakukan dengan menerapkan serangkaian inspeksi dan pengujian terhadap sambungan las dari tube yang digunakan dalam instalasi peralatan industri minyak dan gas bumi. Kerusakan berupa patahan ditemukan pada tube yang merupakan bagian dari sistem instrumentasi katup pengaman tekanan kerja. Observasi dengan mikroskop pada perbesaran rendah memperlihatkan retakan berawal dari sisi dinding luar tube dengan morfologi patahan merupakan pola penjalaran retak fatigue. Pengujian komposisi kimia menunjukan bahwa material tube merupakan baja tahan karat tipe 316L. Analisa menggunakan scanning electron microscope pada permukaan patahan membuktikan bahwa mekanisme patahan merupakan patah getas yang merambat pada batas butir.  Berdasarkan hasil observasi, retak yang terjadi pada sambungan tube terjadi akibat beban dinamis yang timbul pada saat operasional. Penyebab utama timbulnya beban dinamis adalah fenomena getaran yang timbul dari mekanisme membuka dan menutupnya katup pengaman tekanan kerja. Fenomena getaran yang terjadi pada material tube menimbulkan retak fatiq pada daerah sambungan las yang terus merambat kemudian menyisakan luas penampang yang tidak lagi mampu menahan pembebanan sehingga menyebabkan tube patah. Beberapa rekomendasi diberikan sebagai metode pencegahan agar tidak terjadi kejadian berulang terutama pada sambungan las dari tube yang memiliki diameter kecil.