Dyah Ayu Ambarwati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI PENUMPANG KERETA API PERINTIS BATARA KRESNA PERCEPTION OF PASSENGER’S BATARA KRESNA PIONEER TRAIN Dyah Ayu Ambarwati
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api lintas Wonogiri, serta untuk mendongkrak sektor perekonomian dan sektor pariwisata, pemerintah kota Surakarta melalui dinas perhubungan kota Surakarta berkerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pengadaan kereta api perintis Batara Kresna yang melayani rute perjalanan sepanjang 37 kilometer dari stasiun keberangkatan awal Purwosari Surakarta hingga stasiun akhir Wonogiri. Eksistensi kereta api perintis Batara Kresna melahirkan persepsi orang-orang yang pernah menggunakan jasa layanan transportasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi dan menganalisis persepsi penumpang kereta api perintis Batara Kresna. Menggunakan metode penelitian desktiptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara yang dilaksanakan secara insidental. Dalam mendeskripsikan dan menganalisis data, menggunakan teori persepsi dari Deddy Mulyana yang terdiri dari tiga indikator yaitu sensasi, atensi, dan interprestasi. Batara Kresna merupakan salah satu kereta api perintis yang memiliki tarif yang murah dengan fasilitas dan pelayanan yang baik, ditambah kereta api tersebut melintasi jalur rel yang unik, satu-satunya jalur rel kereta api aktif di Indonesia yang bersandingan dengan jalan protokol Slamet Riyadi. Dikarenakan jalur rel yang unik, hingga saat ini masih terjadi gangguan saat perjalanan berlangsung. Meskipun demikian, kereta api perintis Batara Kresna dianggap membantu tidak hanya bagi penumpangnya saja, namun juga bagi warga yang tinggal di sekitar stasiun pemberhentian kereta api perintis Batara Kresna.Kata kunci : Persepsi, sensasi, atensi, interprestasi
LOCAL STRONGMAN KEMUKUS MOUNTAIN Dyah Ayu Ambarwati
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2020: PROCEEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemukus mountain is one of the pilgrimage tourist attractions in the Sumberlawang sub-district, Sragen regency. Mount Kemukus has been famous for its prostitution activities under the guise of religious tourism. The paper is intended to see the strong man on the cubeb mountain. The method used is a qualitative descriptive approach with local strongman theory. Local Strongmen are local people who are successful in order to place them in the regional government to ensure that the allocation of resources to continue according to the main rules they want to be implemented must implement the main rules of the local government. The Local Strongman made efforts to protect the practice of prostitution by working with several regional officials. They also do various ways to make more money for their survival Keywords: Local Strongmen, Kemukus Mountain, Personal Interests