Sulaiman Djaya
Sastra Malam di Udara Radio Serang Gawe 102.8 FM.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dakwah Moderat dan Jihad Modern: Belajar Menganalisa Informasi dan Materi Dakwah dari Sokrates Sulaiman Djaya
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol 25, No 2 (2021): Dakwah Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dakwah.v25i2.23232

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi atau tekno-sains telah menciptakan dan menghadirkan ruang-ruang dan media-media baru aktivitas manusia yang sebelumnya tidak dibayangkan akan membawa dampak yang luas dalam segala bidang kehidupan kita: politik, ekonomi, dan budaya hingga keagamaan. Kemajuan teknologi informasi tersebut hingga membuat para analis, filsuf, pengkaji budaya, kritikus sastra sampai ilmuwan politik menganggapnya sebagai ciri dan penanda utama zaman ini, yang telah melahirkan perubahan sikap dan budaya manusia. Kehadiran internet dan media sosial atau yang lazim juga disebut jejaring sosial, telah merebut aktivitas manusia sekarang ini dari ruang dan dunia nyata ke dunia digital atau ke ruang-ruang mayantara. Orang-orang rela menghabiskan waktunya selama berjam-jam demi asyik-masyuk berselancar di media sosial untuk berinteraksi dengan akun-akun lainnya atau untuk memposting status mereka hingga mengunggah foto-foto selfie dan aktivitas kehidupan keseharian mereka. Ruang-ruang dan media-media digital itu memang telah memberi banyak manfaat untuk memudahkan dan meluaskan gerak kita dalam hidup sehari-hari, semisal telah menghubungkan komunikasi dengan orang-orang yang bahkan berada di tempat yang paling jauh hingga memasarkan kerja dan produk kreativitas kita kepada para calon pembeli. Dari menjadi ruang publikasi hingga mengkonsumsi informasi yang tanpa batas dan tanpa jeda. Namun, selain banyak manfaat dari perkembangan dan kemajuan teknologi informasi atau tekno-sains jaman kita saat ini, ada cukup banyak dampak negatifnya. Sebutlah kehadiran ruang-ruang digital dan media sosial itu ternyata menjadi ruang-ruang dan media-media penyebaran secara massif hoax dan ujaran-ujaran atau narasi-narasi kebencian dan intoleran. Tulisan ini sekedar contoh analisa deskriptif tentang bagaimana kita perlu bersikap kritis di jaman atau era digital ini.
Relevansi Abadi Dakwah Kultural Sulaiman Djaya
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol 26, No 2 (2022): Dakwah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dakwah.v26i2.29326

Abstract

Ketika datang dan hadir ke Indonesia, Islam bertemu dan berjumpa, berinteraksi dengan masyarakat yang sudah berbudaya dan memiiki kearifan lokal mereka. Hal demikian disadari oleh para penyebar dan pendakwah di masa silam, dan tetap relevan di masa sekarang. Kesadaran itu dilandasi pula oleh kenyataan bahwa kearifan masyarakat Indonesia ternyata selaras dengan doktrin dan ajaran Islam, dan adapun yang sebaliknya, diakulturasi dan diselaraskan dengan nilai-nilai dan esensi spiritual Islam. Artikel ini hanya sekedar ingin memberikan sedikit contoh bagaimana sejumlah penyebar Islam di masa silam menggunakan seni, sastra dan budaya sebagai wahana untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat Indonesia hingga seperti kita rasakan dan kita ketahui saat ini, Islam menjadi agama publik. Adapun dakwah sendiri dapat dikatakan sebagai tindakan religius, sosial dan sekaligus bersifat budaya dan tindakan serta praktik komunikatif.