Permainan tradisional engklek merupakan salah satu permainan yang dimainkan dan digemari oleh anak-anak. Permainan ini tidak hanya dapat mengembangkan fisik motorik anak namun dapat mengembangkan kemampuan kognitif dan kemampuan lainnya. Pengenalan bentuk geometri sangat diperlukan oleh anak sejak dini yang dapat distimulasi dengan berbagai cara dan media salah satunya dengan permainan tradisional engklek. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) ingin mengetahui pengaruh permainan tradisional engklek terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 5-6 tahun; (2) menganalisis perbedaan terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri antara kelompok eksperimen dan kelompok control. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif quasi ekperimen dengan pendekatan nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan populasi yaitu kelompok B di TK Pembangunan Swasembada Anyar yang berjumlah 34 anak, yang dijadikan sampel pada kelompok eksperimen yaitu kelompok B3 dengan jumlah 17 anak dan kelompok control yaitu kelompok B1 dengan jumlah 17 anak. Observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai instrument dalam pengumpulan data dan uji prasyarat serta uji-t digunakan untuk teknik analisis data. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan mengenai permainan tradisional engklek terhadap kemampuan geometri anak dengan dua kelompok yang terdistribusi normal (0,487 > 0,05) dan dari uji homogenitas didapat kedua kelompok bersifat homogen (0,252 > 0,05). Hasil dari uji-t (0,000 < 0,05) menunjukan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam kemampuan geometri anak melalui kegiatan permainan tradisional engklek.