Seorang guru Pendidikan Agama Islam dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran apabila terjadinya perubahan kearah yang lebih baik dalam diri siswanya. Arah yang dimaksud disini adalah pada tiga ranah penting indikator guru dikatakan berhasil yaitu tercapainya aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Namun kenyataan hari ini dapat kita lihat guru hanya terfokus pada sisi kognitif dan psikomotor saja sementara ranah afektif sering terabaikan. Sehingga hari ini banyak kita lihat siswa yang cerdas secara intelektual dan dan memiliki keahlian, tetapi kurang baik dalam berprilaku. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui peran kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan ranah afektif siswa di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Piladang. Dalam melaksanakan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian Field reseach atau studi lapangan dan mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam sudah melakukan usaha untuk meningkatkan ranah afektif siswa tetapi belum sepenuhnya maksimal seperti menjadi role model (contoh) bagi siswa, membina kerja sama dengan kepala sekolah, sesama guru, orang tua dan belum sepenuhnya melakukan berbagai perubahan dalam metode, strategi dan proses pembelajaran. Di sisi lain meningkatkan ranah afektif siswa masih sangat sulit dilakukan guru PAI disebabkan oleh berbagai faktor seperti keluarga, lingkungan, dan masyarakat yang belum mendukung dalam pengembangan ranah afektif siswa