Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN CENGKEH LIMBAH DESTILASI UNTUK BAHAN BAKAR PADAT RAMAH LINGKUNGAN suhartoyo suhartoyo
Mechonversio: Mechanical Engineering Journal Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Univervitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/mmej.v5i1.1822

Abstract

Tanaman cengkeh banyak manfaatnya, anatar lain daun cengkeh dan batang cengkeh yang diolah menjadi minyak atsiri. Pengolahan dengan cara destilasi, hasil dari proses destilasi adalah minyak dan daun yang sudah tidak mengandung minyak. Daun tersebut hanya dibiarkan menjadi tambahan bahan bakar ketika proses destilasi terjadi. Satu sisi bahan bakar dari fosil sudah mulai menipis, dibandingkan jumlah kebutuhan yang selalu meningkat. Hal tersebut adalah masalah yang dihadapi sekarang belum lagi masalah polusi udara dan pengolahan limbah yang belum maksimal. Solusi yang sedikit dapat menjadi penyelesaian permasalahan tersebut adalah mengolah daun dan batang cengkeh ditambah dengan jerami padi menjadi bahan bakar ramah lingkungan untuk skala rumah tangga. Waktu yang paling cepat mendidihkan 1 liter air adalah variasi 3 yaitu 50% daun dan batang cengkeh yang telah didestilasi ditambah 50% jerami padi yang sudah dibuat arang. Waktu paling lama yaitu pada variasi 4 dan variasi 5. Dimana variasi 4 adalah 25% daun dan batang cengkeh yang telah didestilasi ditambah 75% jerami padi yang sudah dibuat arang membutuhkan waktu untuk mendidihkan air 1liter adalah 10.2” menit. Variasi 5 adalah 100% jerami padi yang sudah dibuat arang dan direkatkan dengan perekat membutuhkan waktu 10.2” untuk mendidihkan air sebanyak 1liter air.  Kebutuhan briket untuk memanaskan air 1 liter adalah variasi 3 yaitu 50% daun dan batang cengkeh yang telah didestilasi ditambah 50% jerami padi yang sudah dibuat arang dan membutuhkan briket sebanyak 153 gram bahan bakar briket. Penggunaan bahan bakar paling banyak yaitu pada variasi 5. Variasi 5 adalah 100% jerami padi yang sudah dibuat arang dan direkatkan dengan perekat membutuhkan 180 gram briket untuk mendidihkan air sebanyak 1 liter air.
PENJOJOH SINGLE ACTION SOLUSI TEPAT BAGI PENGUSAHA KARAK DAERAH GADINGAN SUKOHARJO Suhartoyo Suhartoyo
JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.032 KB) | DOI: 10.55883/jipam.v1i2.14

Abstract

Karak is a type of snack food that can also be used as a side dish when eating rice. Karak is found in almost all areas of Java, made from rice that is seasoned so that it has a good taste. The process of making gendar karak dough is very simple, namely by pounding it using a wooden stick whose ends are wrapped in plastic, so it requires exhausting energy and requires more than one person so that the results of the dough mix can be evenly distributed. Pounding with this tool is not efficient, that is, it takes a long time and the results are not good or uneven, and the expected results are not optimal. Problems like this must be solved so that the quality and quantity of the grinding process of gendar karak material can be improved. The design of the gendar karak dough pounding machine with an electric and time controlled drive system is intended to increase the efficiency of the gendar dough pounding process to be used as karak with better quality. The gendar karak mixer and mixer machine has been successfully made and used by UKM partners to be used as a production tool for making gendar karak where the mixing process was previously done manually using a wooden pounder. After using the mixer machine and the Karak gendar dough mixer mechanically, the manual work pounding process can be reduced and the mixing process is getting better, with the result that the taste and quality are not reduced