Ketuban Pecah Dini (KPD) disebabkan pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa di sertai tanda inpartu dan setelah satu jam tetap tidak diikuti oleh proses inpartu sebagaimana mestinya. Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif dan terhirup oleh perokok pasif, lima kali lebih banyak mengandung karbon monoksida, empat kali lebih banyak mengandung tar dan nikotin. Data menunjukkan bahwa kejadian ketuban pecah dini di Kelurahan Prawirodirjan pada bulan Januari hingga Maret adalah sebanyak sepuluh orang dan tujuh orang dari mereka penyebab langsung dari ketuban pecah dini adalah karena terpapar asap rokok dari anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak paparan asap rokok pada ibu bersalin dengan riwayat ketuban pecah dini di Kelurahan Prawirodirjan, Yogyakarta Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak lima orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak lima orang. Penelitian ini mengunakan desain pengambilan sampel teknik purposive sampling dengan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam yang dilaksanakan oleh peneliti sendiri mengunakan audio recorder, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian dengan teknik wawancara mendalam dari lima informan didapatkan hasil bahwa penyebab ketuban pecah dini semua informan terpapar oleh asap rokok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asap rokok dapat menjadipenyebab terjadinya ketuban pecah dini tetapi bukan hanya asap rokok selain itu ketuban pecah dini juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor usia, paritas, pekerjaan, dan umur kehamilan.