Beta Epi Martina
AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SRANDAKAN KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2018 Margiyati; Beta Epi Martina
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2019): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang memengaruhi KEK pada kehamilan antara lain: usia ibu hamil, status perkawinan, jarak kehamilan, paritasdan berat badan selama hamil, pendidikan keluarga, pendapatan keluarga, dan perilaku. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Srandakan Bantul tanggal 21 Januari 2018, didapatkan ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas sebanyak 140 orang, terdapat 42 ibu hamil yang mengalami KEK. Penelitian bersifat diskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil KEK yang berkunjung di Puskesmas Srandakan Bantul bulan Januari - Febuari 2018 yang berjumlah 42 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel penelitian berjumlah 42 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan tehnik analisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan DeterminanKekurangan Energi Kronis Ibu Hamil, berdasarkan usia ibu hamil sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 37 responden (88,1%), berdasarkan status perkawinan sebagian besar menikah sebanyak 42 responden (100%), berdasarkan jarak kehamilan sebagian besar > 3 tahun sebanyak 31 responden (73,8%), berdasarkan paritas sebagian besar multipara sebanyak 26 responden (62%), dan berdasarkan berat badan selama hamil sebagian besar kenaikan berat badan trimester I < 1 kg sebanyak 21 responden (50%), berdasarkan pendidikan ibu sebagian besar adalah SD sebanyak 16 responden (38%),berdasarkan karakteristik pendapatan keluarga sebagian besar berpenghasilan < Rp 1.000.000 sebanyak 35 responden (83,3%), berdasarkan faktor perilaku sebagian besar kategori cukup sebanyak 28 responden (66,7%).