This study aims to: 1 analyze the values of character education contained in the eight stories of children studied; 2 look for practical ways so that the values of character education are easily conveyed to kindergarten children B. This study uses a structuralism approach that is focused on characterization elements. While the method used is descriptive analytical. The results of this study indicate that the eight cernak studied contained elements of character education such as the need to care or help others, be honest, be creative, want to apologize to others, and cooperate. The values of character education reflected in the figures of the eighth story of children's stories deserve to be known and emulated by the students. Such excellence and quality of children's stories are needed by children. In order for the values of character education to be easily accepted by students, a teacher must have special ways such as language must be communicative, interesting, involve the emotions of students, use teaching aids, and give special emphasis on interesting events to invite students' attractiveness AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: 1 menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam delapan cerita anak-anak yang diteliti; 2 mencari cara-cara praktis agar nilai-nilai pendidikan karakter mudah tersampaikan kepada anak TK B. Penelitian ini penggunakan pendekatan strukturalisme yang difokuskan pada unsur penokohan. Sedangkan metode yang dipakai adalah adalah deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan kedelapan cernak yang diteliti mengandung unsur-unsur pendidikan karakter seperti perlunnya peduli atau membantu orang lain, bersikap jujur, kreatif, mau meminta maaf kepada orang lain, dan bekerjasama. Nilai-nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam perwatakan tokoh cerita kedelapan cerita anak-anak layak untuk diketahui dan diteladani para siswa. Keunggulan dan kualitas cerita anak-anak semacam itu diperlukan anak. Agar nilai-nilai pendidikan karakter tersebut mudah diterima peserta didik maka seorang guru harus memiliki cara-cara khusus seperti bahasa harus komunikatif, menarik, melibatkan emosi siswa, menggunakan alat peraga, dan memberikan penekanan khusus pada peristiwa-peristiwa yang menarik agar mengundang daya tarik siswa.