Tirtha Segoro
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI COPING SANTRI DALAM MENGHADAPI STANDAR KELULUSAN DI PONDOK PESANTREN Tirtha Segoro
Academy of Education Journal Vol 6 No 1 (2015): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.774 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v6i1.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan persepsi santri terhadap standar kelulusan, bentuk-bentuk strategi coping santri dan faktor-faktor yang mempengaruhi strategi coping santri dalam menghadapi standar kelulusan di pondok pesantren. Karakteristik informan adalah santri PPMI Assalaam dan PPA Al-Muayyad, kelas XII SMA, berusia 16-18 tahun, santri yang memiliki prestasi akademik tinggi dan santri yang memiliki kesulitan dalam menghadapi standar kelulusan. Informan berjumlah enam orang dan metode pengambilan data yang dipakai adalah wawancara. Hasil penelitian: 1) Persepsi santri terhadap standar kelulusan, yaitu setuju khususnya syarat kelulusan pondok karena membawa pengaruh positif bagi santri dan tidak setuju khususnya syarat kelulusan UN karena membebani dan dirasa banyak ketidakadilan; 2) Strategi coping yang dilakukan santri, yaitu emotion-focused coping yang meliputi izin keluar komplek, berhubungan dengan lawan jenis, membuka online-shop, bercanda dengan teman satu kamar, membaca buku cerita, menghibur diri dengan bernyanyi dan mencuci baju. Namun, strategi coping yang paling efektif bagi santri adalah adalah problem-focused coping, meliputi memilih tempat yang kondusif, menyicil dari tahun sebelumnya, sering membaca dan mengulang-ulang, rutin berkonsultasi dengan pembimbing, mengimbangi belajar (mengikuti bimbingan belajar, memperbanyak latihan soal, bekerja dan belajar bersama dengan teman), meningkatkan ibadah dan konsisten dalam menjalankan aktivitas tersebut; 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi coping santri yaitu karakteristik personal, persepsi diri, dukungan keluarga, sekolah dan sosial dalam hal ini adalah teman karena di pondok pesantren teman merupakan dukungan sosial yang paling dekat.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah santri melakukan problem-focused coping sebagai cara yang paling efektif dalam menghadapi standar kelulusan. Implikasi yang dapat diberikan yaitu perlu adanya dukungan dari keluarga, sekolah dan teman kepada santri dalam menghadapi standar kelulusan.