Indra Sudrajat
Universitas Wiralodra Indramayu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KREDIT (TAQSITH) DAN DUA HARGA DALAM TINJAUAN FIQIH KONTEMPORER (STUDI LITERASI JUAL BELI TAQSITH) Indra Sudrajat
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 1, January 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.545 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i1.263

Abstract

Larangan akan menjual dengan dua harga sering diidentikan dengan jual beli kredit (taqsîth). Dimana harga tunai dibedakan dengan harga non tunai atau kredit. Bahkan sebagian masyarakat memahami larangan ini dengan menetapkan harga tunai dan kredit wajib sama dan terlarang jika berbeda. Tentu cara demikian sangat menguntungkan pihak pembeli dan merugikan pihak penjual dengan adanya hutang bayar angsur. Padahal prinsip-prinsip muamalat maliyah terlarang adanya salah satu pihak entitas yang terdzalimi. Fiqih kontemporer yang diusung oleh ulama-ulama muta'akhirin merinci maksud hadist larangan jual beli dengan dua harga. Menjawab keraguan kaum muslimin dalam membedakan harga tunai dengan harga kredit yang tak termasuk larangan nabi.
Persepsi Masyarakat Terhadap Minat Menjadi Nasabah Pegadaian Syariah Selvy Febriyani; Evi Aeni Rufaedah; Indra Sudrajat
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v3i2.41

Abstract

Gadai syariah adalah akad atau perjanjian utang piutang dengan memberikan barang jaminan menggunakan aturan yang diperbolehkan oleh syariat Islam. Gadai merupakan suatu sarana saling tolong-menolong bagi umat muslim, karena dalam pelaksanaannya tidak mensyaratkan adanya imbalan jasa. Praktek gadai sudah sangat dikenal dan lazim dilaksanakan sebagai salah satu akad dalam aktivitas ekonomi dengan cara menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat kelurahan paoman terhadap minat menjadi nasabah pegadaian syariah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Persepsi masyarakat kelurahan paoman terhadap pegadaian syariah sangat baik, dari seluruh responden yang di wawancara oleh peneliti menunjukan persepsi yang baik atas kehadiran pegadaian syariah, karna dapat membantu perekonomian masyarakat dalam hal permodalan baik dalam sektor usaha maupun untuk kebutuhan yang mendesak dan Dalam proses wawancara masyarakat juga telah di paparkan mengenai perbedaan antara pegadaian syariah dan pegadaian konvensional dan sebagian besar beranggapan baik pegadaian syaraiah maupun konvensional sama hanya berbeda pada segi akad dan istilah yang di gunakan sehingga masyarakat minat menjadi nasabah pegadaian dikala membutuhkan pinjaman modal namun kurang begitu minat pada produk-produk pegadaian syariah yang lain seperti tabungan emas haji dan lain sebagainya.