Moethia Faridha
Program Studi Teknik Elektro, Universitas Islam Kalimantan MAB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TRIP GENERATOR AKIBAT DARI GANGGUAN (POHON TUMBANG) DI JALUR QUARRY FEEDER STUDI KASUS DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, TBK PLANT 12 TARJUN Moethia Faridha
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 2, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.984 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v2i1.854

Abstract

PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Plant 12 Tarjun merupakan perusahaan penghasil semen dengan kapasitas 7500 ton Clinker per hari. Dan untuk kelancaran Penyuplaian Tenaga Listrik di setiap Feeder / Jaringan di Pasang Proteksi Relay yang berfungsi untuk mengamankan Feeder / Jaringan dari Gangguan yang terjadi. Di Jalur Quarry Feeder tersedia fasilitas Proteksi Relay tersebut, namun gagal mengamankan gangguan yang terjadi, sehingga menyebabkan Trip Generator yang berdampak terganggunya Pencapaian Target Produksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara prinsip kerja dari proteksi relay dan mengetahui cara menganalisa trip Generator akibat gangguan yang terjadi dengan pengaturan setting time relay yang sesuai dengan arus.Analisa menggunakan Software ETAP Version 12.6 untuk mengetahui besar Arus Hubung Singkat. Hasil analisa menggunakan Software ETAP Version 12.6 adalah Proteksi Relay adalah alat yang memonitor besarnya Arus Gangguan dengan menggunakan Current Transformer sebagai Tranducernya. Apabila Arus yang mengalir melebihi nilai setting, maka Proteksi Relay akan membuka PMT sesuai dengan nilai waktu yang diinginkan. Nilai Setting yang ada terlalu besar, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan Beban maksimal Operasional yang ada. Sensitivitas dan Reabiliti Proteksi Relay di Outgoing Quarry Feeder dan Incoming Quarry Feeder tidak sesuai dengan yang diharapkan. Koordinasi antar Relay sangat penting terutama untuk sistem yang lebih kompleks, untuk menghindari terjadinya Relay tidak bekerja atau kesalahan pada penunjukan indikasi alarm gangguan.