Desi Muningsih
PT. Pertamina EP Asset 3 Tambun Field

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KEANEKARAGAMAN MANGROVE PANTAI MEKAR KECAMATAN MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI Shinta Nur Rahmasari; Ferri Agus; Desi Muningsih; Wulan Tresnasari Gantini
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.203 KB)

Abstract

 Ekosistem mangrove merupakan salah satu kawasan yang sangat penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mendukung kehidupan organisme di sekitar pantai. Kini keberadaan hutan mangrove sudah mulai terkikis oleh kebutuhan penduduk akan lahan. Mengingat tingginya potensi kerusakan yang mungkin terjadi maka upaya yang tepat adalah mengkonservasi hutan mangrove, salah satunya yang terdapat di  Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi yang sebetulnya memiliki berbagai macam potensi sumber daya alam baik di bidang perikanan tangkap, budidaya, maupun kenakaragaman hayati di hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis dan struktur komposisi vegetasi mangrove yang diinisiasi oleh PT. Pertamina EP Asset 3 Tambun Field. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Berdasarkan hasil studi keanekaragaman hayati mangrove oleh PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field di Kabupaten Bekasi menunjukkan terdapat 33 jenis vegetasi mangrove di Desa Pantai Mekar. Jenis yang mendominasi adalah jenis api-api hitam (Avicennia alba). Indeks keanekaragaman (H’) pada pohon meningkat dibandingkan 3 tahun terakhir yaitu 1,24 (2019) yang sebelumnya 1,00 (2018), 0,63 (2017) dan 0,22 (2016). Indeks kemerataan pada tahun 2019 juga meningkat yaitu sebesar 0.77 dengan pengkatagorian stabil, yang sebelumnya (2018) pada katagori labil dengan nilai indeks kemerataan (E) 0.62. Terbukti jika dilihat dari pertambahan nilai indeks keanekaragaman dan pengkategorian dari indeks kemerataan dari tahun 2016 menuju tahun 2019 terjadi perubahan secara bertahap dari tahapan ekosistem tertekan menjadi stabil. 
KAJIAN DAMPAK INOVASI MANGROVE PROTECTOR PADA EKOWISATA MANGROVE DESA PANTAI MEKAR Yulia Puspadewi Wulandari; Nadia Raysina; Desi Muningsih
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.638 KB)

Abstract

Kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove melalui ekowisata mangrove Pantai Mekar merupakan wujud aksi PT. Pertamina EP Asset 3 Tambun Field dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan fungsi pelestarian lingkungan hidup di Pesisir Muara Gembong. Namun demikian salah satu kendala yang dihadapi dalam konservasi mangrove dan kawasan pesisir adalah keberadaan sampah. Inovasi Mangrove Protector yang dikembangan oleh PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field diharapkan menjadi salah satu solusi. Tujuan kajian ini adalah melakukan analisis dampak inovasi Mangrove Protector pada program ekowisata mangrove di Pantai Mekar. Lokasi dan waktu pengambilan data dilakukan di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada Juli 2019. Dampak lingkungan yang diberikan berupa meningkatnya populasi tanaman mangrove di kawasan disebabkan kegiatan penanaman, perluasan area tanam, pengurangan sampah, kontribusi dalam pengurangan CO2 dan CO. Pada aspek sosial, dampak kegiatan dapat diukur dari terbentuknya kelembagaan baru, jumlah penerima manfaat atau masyarakat yang terlibat langsung serta kemitraan yang terbentuk. Pada aspek kesejahteraan keterlibatan kelompok rentan dalam hal ini masyarakat prasejahtera di dalam program serta kegiatan edukasi lingkungan menjadi indikator terukur