Elvinar
STKIP Bina Bangsa Getsempena

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN BAHASA KARAKTER PADA MAHASISWA PRODI PG-PAUD STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Ayi Teiri Nurtiani; Elvinar
Jurnal Buah Hati Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.683 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v3i2.547

Abstract

Dewasa ini perkembangan dalam pembelajaran di era informasi sudah semakin jauh berubah, apalagi negara yang kita tinggali adalah negara berkembang sehingga harus semakin besar usaha kita dalam bersaing dengan negara maju. Informasi berkaitan erat dengan komunikasi sehingga tuntutan ini menjadikanbahasa memegang peranan penting dalam perjuangan hidup manusia. Tentu saja, keterampilan berbahasa perlu dikembangkan secara optimal demi mendapatkan kemampuan yang maksimal. Berbahasa tidak sekedar baik dan benar tetapi juga perlu dilandasi nilai-nilai karakter sehingga menjadi sebuah keterampilan yang utuh, yakni dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. Bahasa karakter wajib dimiliki setiap insan apalagi seorang guru karena guru merupakan teladan utama bagi para peserta didik, baik dalam berbicara maupun bersikap. Berdasarkan pendapat di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan bahasa karakter kepada mahasiswa PG-PAUD yang merupakan calon guru anak usia dini, apalagi kondisi mahasiswa yang datang dari berbagai pelosok daerah Aceh yang tidak terbiasa dengan bahasa karakter. Mereka akan mengajar anakusia diniyang merupakan masa usia emas (golden age) yang adalah landasan awal dalam membentuk karakternya kelak sehingga penting sekali untuk dididik secara tepat supaya menjadi manusia yang berkualitas kelak. Sebelum mendidik anak usia dini berbahasa karakter, tentunya penting bagi gurunya untuk berbahasa karakter terlebih dahulu.
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Ayi Teiri Nurtiani; Elvinar
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.24 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.569

Abstract

Multicultural education should be given to the community in order to create harmonization of differences in culture and the establishment of tolerance for diversity, the events of the Jakarta pilkada which in the past have somewhat hurt the sense of diversity in Indonesia. It is inappropriate for political figures to criticize understanding which is not the territory of its power, so as to cause multiple interpretations of its arguments in society. The difference between the characters' culture is a problem that has surfaced so that it becomes difficult to stop public consumption from spreading to all corners of Indonesia, the issue of SARA tends to be unavoidable. For months, Jakarta's political temperature had heated up with prolonged demonstrations which had a domino effect on all parts of Indonesia which caused sentimental differences in culture to be felt. For the sake of anticipating the same event to recur and a prolonged impact, public awareness is needed in understanding multicultural education, that is society that is able to respect each other and respect cultural differences becomes a necessity that needs to be achieved, making the difference into unity values ​​in building this beloved country. Based on the existing phenomena, the research team was interested and desirous to develop a multicultural education model for PG-PAUD STKIP BBG students who are part of the Indonesian community, no longer the condition of students coming from various parts of Aceh who have cultural diversity with each other. It is expected that they will have an awareness of multicultural education so that they can apply it to themselves and teach it to their students later. Abstrak Seyogyanya pendidikan multikultural diberikan kepada masyarakat demi terciptanya harmonisasi atas perbedaan kultur dan terjalinnya toleransi keberagaman, peristiwa pilkada Jakarta yang lalu sedikit banyak telah mencederai rasa keberagaman di Indonesia. Tak sepatutnya tokoh politik mengkritisi pemahaman yang bukan wilayah kuasanya, sehingga menimbulkan multitafsir atas argumentasinya di dalam masyarakat. Perbedaan kultur tokoh tersebut menjadi permasalahan yang mengemuka sehingga menjadi konsumsi publik yang sulit terbendung hingga menjalar ke seluruh pelosok Indonesia, isu SARA cenderung tak terhindarkan. Selama berbulan-bulan, suhu politik Jakarta memanas dengan demonstrasi berkepanjangan yang menimbulkan efek domino ke semua wilayah Indonesia yang menyebabkan sentimentil perbedaan kultul terasa. Demi mengantisipasi peristiwa sama terulang dan dampak berkepanjangan, maka diperlukan kesadaran masyarakat dalam memahami pendidikan multikultural, yakni masyarakat yang mampu saling menghargai dan menghormati perbedaan kultur menjadi sebuah keniscayaan yang perlu diraih, membuat perbedaan menjadi nilai-nilai persatuan dalam membangun negeri tercinta ini. Berdasarkan fenomena yang ada, maka tim peneliti tertarik dan berkeinginan untuk mengembangkan model pendidikan multikultural untuk mahasiswa Prodi PG-PAUD STKIP BBG yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia, apatah lagi kondisi mahasiswa yang datang dari berbagai pelosok daerah Aceh yang memiliki keberagaman kultur satu sama lain. Diharapkan mereka memiliki kesadaran akan pendidikan multikultural sehingga mampu menerapkannya pada diri mereka sendiri dan mengajarkannya kepada anak-anak didik mereka kelak. Kata Kunci: pendidikan multicultural
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK MELALUI GERAK DAN LAGU PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK CUT MUTIA BANDA ACEH Elvinar; Nurbaiti
Jurnal Visipena Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.899 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i1.381

Abstract

Penelitan ini berjudul: Peningkatan kemampuan motorik anak melalui gerak dan lagu pada anak usia 4-5 tahun di TK Cut Mutia Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah gerak dan lagu dapat meningkatkan kemampuan motorik anak usia 4-5 tahun di TK Cut Mutia Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik anak usia 4-5 tahun melalui gerak dan lagu pada anak usia 4-5 tahun di TK Cut Mutia Banda Aceh Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian siswa adalah kelompok A sebanyak 10 orang murid di TK Cut Mutia Banda Aceh yang belajar pada kelompok A terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan pada tahun pelajaran 2014-2015. Instrumen digunakan berupa lembaran observasi, dan lembaran wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuanitatif dengan analisis data menggunakan uji persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui gerak dan lagu sebagai media atau metode pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan motorik anak di kelompok A TK Cut Mutia Banda Aceh. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi perubahan kemampuan motorik anak setelah proses pembelajaran melalui gerak dan lagu. Perubahan tersebut diperlihatkan berdasarkan hasil siklus I pertemuan ke tiga anak yang mengalami ketuntasan belajar adalah 32% terjadi peningkatan pada hasil siklus II pada pertemuan ketiga 74%. Dengan demikian melalui gerak dan lagu dapat meningkatkan kemampuan motorik anak di kelompok A Cut Mutia Banda Aceh.